WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hujan deras dengan durasi lama yang mengguyur Kabupaten Wonogiri sejak Selasa malam hingga Rabu dinihari (15/4/2026) langsung memicu rangkaian bencana serius. Hujan dengan intensitas sangat lebat bukan hanya menyebabkan banjir, tapi juga longsor di banyak titik hingga melumpuhkan akses vital antar-kecamatan.
Data dari BPBD Wonogiri mencatat hujan mulai menggila sejak pukul 19.00 WIB, dengan curah hujan di Batuwarno tembus 111,5 mm/hari—level yang sudah masuk kategori ekstrem. Dampaknya langsung terasa, terutama di jalur utama yang menjadi urat nadi aktivitas warga.
Di Kecamatan Nguntoronadi, ruas jalan provinsi Ngadirojo–Giriwoyo di Dusun Karangturi dan Krapyak sempat lumpuh total sekitar pukul 04.00 WIB akibat genangan tinggi. Arus kendaraan tersendat tanpa celah.
“Arus lalu lintas sempat macet total. Namun, berkat kerja cepat tim gabungan, pada pukul 06.15 WIB sistem buka-tutup mulai diberlakukan, dan tepat pukul 08.00 WIB air surut sepenuhnya sehingga lalu lintas kembali normal,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama.
Tak berhenti di situ, banjir juga menerjang kawasan permukiman. Puluhan rumah warga ikut terdampak, memaksa warga bersiaga sejak dini untuk menghindari korban jiwa.
Daftar Bencana Wonogiri yang Terjadi Serentak:
✓ Banjir merendam 37 rumah di Desa Bulurejo
✓ Banjir merendam 13 rumah di Desa Sendangmulyo, Tirtomoyo
✓ Jalan provinsi Ngadirojo–Giriwoyo lumpuh total akibat genangan
✓ Longsor setinggi 2 meter timbun area SMPN 3 Satu Atap Jatiroto (±60 m³ material)
✓ Longsor talud di Desa Bero, Manyaran tutup akses ke 4 rumah warga
✓ Tebing longsor di Giritirto, Wonogiri Kota ancam satu rumah warga
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Warga bergerak cepat melakukan evakuasi mandiri sebelum kondisi memburuk. Namun, dampak ekonomi langsung terasa karena jalur transportasi sempat terputus di jam-jam krusial aktivitas pagi.
Total kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta, dengan kerusakan terbesar berasal dari terganggunya akses jalan dan dampak lanjutan terhadap aktivitas warga.
Hingga Rabu siang, tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, dan relawan masih berjibaku di lokasi untuk membersihkan lumpur serta material longsoran yang menutup sejumlah titik.
“Kondisi saat ini banjir sudah surut total. Namun, kami mengimbau warga tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran Sungai Wiroko dan daerah perbukitan, mengingat tanah saat ini sudah sangat jenuh dan rentan longsor jika kembali diguyur hujan,” tambah Fuad.
Saat ini BPBD Wonogiri juga mulai melakukan kajian terhadap aliran Sungai Wiroko guna menekan potensi bencana serupa ke depan. Situasi memang mulai terkendali, tapi ancaman belum sepenuhnya hilang. Aris Arianto
