Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Ditantang DPRD Tertibkan Trotoar dari Parkir & Kursi Coffee Shop, Kepala Satpol PP Solo: Kami Mengedepankan Sisi Edukatif Terlebih Dahulu

Kepala Satpol PP Kota Solo, Didik Anggono. Ando

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kepala Satpol PP Kota Solo, Didik Anggono memberikan tanggapan soal permintaan dari Anggota Komisi III DPRD Solo dari Fraksi PKS, Salim, untuk menertibkan penggunaan trotoar dari parkir dan kursi kafe (coffee shop) yang sudah memuncak dan menyebar ke berbagai titik seperti Pucangsawit dan Keprabon.

Bahkan Salim melontarkan tantangan keras saat berada di gelar pendapat di Komisi III DPRD Kota Solo yang digelar Rabu, (29/04/2026) kemarin agar Kepala Satpol PP Solo, Didik Anggono, mundur dari jabatannya jika tidak mampu menertibkan pelanggaran di lapangan dalam waktu enam bulan hingga 1 tahun ke depan.

Kepala Satpol PP Kota Solo, Didik Anggono, saat dikonfirmasi mengaku tidak keberatan mengenai hal tersebut.

“Jadi namanya pekerjaan dievaluasi. Kami sadar pekerjaan yang dilakukan memang ada kekurangannya. Enggak apa-apa. Jadi kami akan menentukan langkah-langkah untuk tindak lanjutnya. Tentu segera kita tangani lagi,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis, (30/04/2026).

Lebih lanjut, Didik mengatakan pada malam nanti, 81 pemilik coffee shop akan dikumpulkan bersama dengan Walikota Solo, Respati Ardi.

“Kami leadingnya. Nanti tentu dari sisi satpol pp yang pertama tentu akan kami sampaikan soal aturan. Kedua, tindakan yang sudah kita lakukan. Kemudian manakala itu dirasa kurang ya nanti kan kita tingkatkan,” terangnya.

Didik menjelaskan sampai saat ini peringatan sudah diberikan kepada pemilik coffee shop. Mulai dari peringatan lisan hingga peringatan tertulis. Dikarenakan sisi edukatif lebih dikedepankan.

“Kami mengedepankan sisi edukatif. Mengajak kemudian edukatif. Biar tahu bahwa yang mereka lakukan itu menjadi permasalahan kota gitu. Kalau kita ajak edukasi enggak mau, ya sudah kita tertibkan. Itu jalan terakhir yang kita tertibkan,” jelasnya.

Didik menyebut permasalahan coffe shop selama ini adalah karena tidak mempunyai banyak tempat untuk pelanggannya. Sehingga tempat yang digunakan adalah fasum trotoar dan city walk.

“Jadi nanti malam ketika kami sampaikan sudah ada pemahaman. Kemudian jika besuknya masih melanggar ya tetap kami akan ambil langkah-langkah tegas. Nanti pak Wali akan melakukan koordinasi terlebih dahulu,” tandasnya. Ando

Exit mobile version