Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Penunjukan Hasan Nasbi dan Qodari Dikritik, Dinilai Tak Jawab Kebutuhan Komunikasi Publik

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Alih-alih menghadirkan wajah baru yang segar dan kompeten, perombakan kabinet terbaru di sektor komunikasi pemerintahan justru menuai kritik. Penunjukan Hasan Nasbi dan Muhammad Qodari dinilai belum menjawab kebutuhan mendesak akan komunikasi publik yang efektif dan kredibel.

Sorotan itu disampaikan Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga. Ia menilai dua figur yang kini dipercaya mengisi posisi strategis di bidang komunikasi pemerintahan berpotensi lebih menonjolkan pendekatan politik ketimbang komunikasi publik yang substansial.

“Padahal selama ini komunikasi publik pemerintahan Prabowo kerap menjadi sorotan masyarakat,” kata dia dalam keterangan tertulis pada Selasa (28/4/2026).

Menurut Jamiluddin, langkah reshuffle yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto kali ini belum mencerminkan upaya penyegaran kabinet. Ia melihat komposisi yang dihadirkan cenderung mengulang figur lama, tanpa latar belakang kuat di bidang komunikasi publik.

Ia bahkan menyoroti bahwa baik Hasan Nasbi maupun Muhammad Qodari tidak memiliki basis pendidikan formal di bidang komunikasi. Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada arah strategi komunikasi pemerintah ke depan.

Meski Hasan Nasbi pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Jamiluddin mengingatkan bahwa sosok tersebut sebelumnya juga pernah diganti dalam perombakan kabinet tahun lalu.

“Reshuffle kabinet seperti itu tidak sesuai dengan tujuan reshuffle. Salah satunya untuk penyegaran kabinet guna meningkatkan kinerja kabinet,” kata dia.

Dalam pandangannya, reshuffle seharusnya menjadi momentum menghadirkan figur baru yang lebih kompeten, terutama untuk memperbaiki kinerja yang dinilai belum optimal. Ia pun meragukan keduanya mampu membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi pemerintah.

Kendati demikian, Jamiluddin tetap berharap Hasan dan Qodari mampu memperkuat kualitas komunikasi publik ke depan.

“Dengan begitu, reshuffle kabinaet di bidang komunikasi benar-benar meningkatkan kinerja, khususnya dalam komunikasi publik,” ujar dia.

Sementara itu, Hasan Nasbi sebelumnya menegaskan komitmennya untuk meluruskan berbagai informasi yang dinilai tidak tepat terkait pemerintah.

“Termasuk juga mungkin nanti dari pemerintah tentu akan dan harus juga meluruskan hal-hal, berita-berita, pemahaman atau informasi yang tidak benar terhadap pemerintah,” ucap dia di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Hingga berita ini diturunkan, baik Hasan maupun Qodari belum memberikan tanggapan lebih lanjut atas kritik yang muncul.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin (27/4/2026). Perombakan ini menjadi yang kelima sejak ia dilantik pada Oktober 2024. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Exit mobile version