Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Bikin Resah, 5 Remaja Bawa Celurit Dibekuk di Tempel Sleman

ilustrasi aksi klitih

Ilustrasi aksi klitih / pixabay

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Fenomena kenakalan remaja yang mengarah pada tindak kriminal kembali menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Di siang bolong, sekelompok remaja nekat beraksi di jalanan dengan membawa senjata tajam jenis celurit, memicu kepanikan pengguna jalan di wilayah Sleman.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di jalur Jalan Magelang arah Yogyakarta. Seorang pemuda berinisial ASLW (18), warga Trimulyo, Sleman, bersama dua rekannya, tiba-tiba menjadi sasaran provokasi sekelompok remaja yang melintas.

Menurut keterangan polisi, rombongan pelaku tidak hanya berteriak menantang, tetapi juga melakukan tindakan kekerasan. “Mereka diteriaki dan ditantang oleh rombongan pelaku. Salah satu pelaku bahkan sempat memukul korban, menggunakan gesper dan mengenai helm,” kata Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro.

Tak terima, korban berupaya mengejar para pelaku hingga masuk ke kawasan Perumahan Margorejo Asri, Tempel. Situasi yang semula mencekam berubah ketika warga setempat ikut turun tangan membantu.

Dalam waktu sekitar setengah jam, lima remaja yang diduga terlibat berhasil diamankan di lokasi tersebut. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan senjata tajam jenis celurit yang disembunyikan oleh salah satu pelaku.

Kelima remaja tersebut diketahui masih berusia sangat muda, sebagian besar baru 14 tahun. Mereka berasal dari wilayah Ngluwar dan sekitarnya di Kabupaten Magelang.

Dari hasil pemeriksaan awal, para pelaku berdalih membawa senjata tajam untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu mendapat serangan. Namun alasan tersebut tak menghapus unsur pelanggaran hukum yang dilakukan.

Polisi kini telah mengamankan para pelaku beserta barang bukti untuk menjalani proses hukum lebih lanjut di Polsek Tempel.

Iptu Argo juga kembali mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak, terutama di tengah maraknya aksi kejahatan jalanan yang melibatkan usia remaja. “Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya remaja, untuk tidak membawa senjata tajam tanpa izin. Orang tua juga diminta lebih ketat mengawasi anak-anaknya agar tidak menjadi pelaku maupun korban kejahatan jalanan,” tegasnya.

Kasus ini kembali menjadi alarm keras bahwa aksi klitih belum sepenuhnya mereda, bahkan mulai merambah waktu-waktu yang sebelumnya dianggap relatif aman. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Exit mobile version