Beranda Daerah Solo Geger! Pasien RSUD Moewardi Lompat Dari Lantai 11

Geger! Pasien RSUD Moewardi Lompat Dari Lantai 11

Ilustrasi orang melompat dari ketinggian sebuah gedung | kreasi AI

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Seorang pasien dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moewardi, Solo berinisial DR (26) membuat geger setelah melompat dari lantai 11 Gedung Flamboyan, Jumat (1/5/2026) malam dan ditemukan dalam keadaan tewas.

Kapolsek Jebres Kompol Murtiyoko saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 23.00.

Korban sendiri merupakan warga Purwoprajan, Jebres, yang tengah dirawat intensif karena menderita penyakit komplikasi otak.

“Korban diduga menjatuhkan diri dari lantai 11 dan ditemukan di lantai dasar sisi belakang gedung dalam kondisi meninggal dunia,” ungkap Murtiyoko, Sabtu, (02/05/2026).

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan bahwa sebelum melompat, korban menunjukkan gelagat yang tidak biasa. Pasien yang dirawat di lantai 10 itu sempat melepas paksa selang infus di tubuhnya dan berusaha kabur dari ruang perawatan.

“Petugas medis sebenarnya sudah berusaha mengejar dan mengamankan korban, tetapi yang bersangkutan berhasil lolos hingga akhirnya menuju lantai atas dan melompat,” sambungnya.

Baca Juga :  Lestarikan Budaya Jawa, Keraton Solo Akui Butuh Peran Swasta

Aksi nekat ini bukan yang pertama kalinya dicoba oleh korban. Sehari sebelumnya, korban juga kedapatan mencoba melepas selang infus, namun saat itu masih bisa dicegah oleh petugas.

Korban diketahui telah beberapa hari menjalani perawatan di RSUD Moewardi, termasuk menjalani rawat jalan sebelum akhirnya dirawat.

“Namun saat itu, upaya tersebut berhasil dicegah oleh petugas medis,” ucapnya.

Murtiyoko mengatakan kejadian ini pertama kali diketahui oleh Mukti Ali (22), seorang satpam yang tengah berjaga. Ia mengaku mendengar suara benturan keras yang menghantam atap seng di area belakang gedung.

“Saksi mengecek ke arah sumber suara dan melihat korban sudah dalam posisi tengkurap di lantai dasar. Setelah dicek bersama saksi lain, korban dipastikan sudah meninggal dunia,” paparnya

Baca Juga :  Solo Champion and Impact Festival Dibuka, Perebutkan Uang & Beasiswa Total Rp 3 Milliar

Polsek Jebres sendiri diketahui telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain luka akibat benturan jatuh dari ketinggian.

“Untuk sementara tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana lain. Diduga kuat tindakan bunuh diri karena kondisi psikis akibat sakit yang dideritanya,” pungkas Murtiyoko. Ando

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.