Beranda Daerah Solo Kuliah Umum di UMS, Syamsi Ali Ungkap Tantangan Dakwah Islam di Amerika

Kuliah Umum di UMS, Syamsi Ali Ungkap Tantangan Dakwah Islam di Amerika

Ratusan mahasiswa dan segenap civitas academika UMS memadati acara Kuliah Umum di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais kampus setempat | Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar kuliah umum bertajuk “Dakwah Islam di Bumi Amerika” di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais UMS, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Imam Besar Islamic Center of New York, Muhammad Syamsi Ali sebagai pembicara utama.

Dalam pemaparannya, Syamsi Ali membahas perkembangan Islam di Amerika Serikat, tantangan dakwah di tengah islamofobia, hingga pentingnya menghadirkan wajah Islam yang damai dan rasional di dunia Barat.

Imam Besar Islamic Center of New York, H. Muhammad Syamsi Ali, Lc., M.A., Ph.D., saat membagikan pengalaman dakwahnya di Amerika Serikat | Istimewa

Syamsi Ali mengaku dirinya merupakan kader Muhammadiyah yang menempuh pendidikan di pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Gombara Makassar. Ia menceritakan perjalanan hidupnya dari Sulawesi Selatan hingga akhirnya berdakwah di Amerika Serikat sejak 1996.

“Islam berkembang unstoppable. Bisa ditantang, bisa dirintangi, tetapi tidak bisa dihentikan,” ujarnya, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Menurutnya, perkembangan Islam di Amerika didukung oleh kebebasan beragama yang dijamin konstitusi negara tersebut. Selain itu, Islam dinilai mampu diterima masyarakat Barat karena ajarannya logis, rasional, dan membawa kedamaian.

Baca Juga :  Momentum Idul Adha, Keraton Solo Kembali Terbelah! Grebeg Besar Bakal Digelar Sendiri-sendiri

Ia juga menyinggung dampak tragedi September 11 attacks atau 9/11 yang sempat memicu meningkatnya islamofobia di Amerika. Namun, peristiwa tersebut justru membuat banyak warga Amerika tertarik mempelajari Islam lebih jauh.

“Agama kita sangat logis dan rasional. Persoalannya kadang kita sendiri menampilkan Islam dengan cara yang tidak rasional,” katanya.

Dalam sesi tanya jawab, Syamsi Ali menegaskan pentingnya membedakan Yahudi sebagai agama dan Zionisme sebagai gerakan politik. Menurutnya, tidak semua penganut Yahudi mendukung tindakan Israel di Gaza.

Ia juga menyinggung dinamika politik Amerika Serikat, termasuk munculnya politisi muda muslim yang mulai berani menyuarakan dukungan terhadap Palestina dan mengkritik dominasi lobi pro-Israel.

Baca Juga :  Solo Memanas! Ratusan Massa Forum Njogo Solo Kepung Balaikota, Respati Diberi Waktu 7 Hari Untuk Mencabut Izin Miras

Selain itu, Syamsi Ali mengingatkan pentingnya menjaga persatuan umat Islam di tengah berbagai perbedaan mazhab dan pandangan. Menurutnya, perbedaan adalah hal wajar, namun perpecahan justru menjadi ancaman besar bagi umat. [*]

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.