Beranda Market Ekbis Plot Twist Banget! Dulu Buat Gadai Kini Jadi Raja Bank Emas, Kelolaan...

Plot Twist Banget! Dulu Buat Gadai Kini Jadi Raja Bank Emas, Kelolaan Pegadaian Tembus 145 Ton

Emas
Pegadaian Raja Bank Emas RI. Dok. Pegadaian

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Siapa sangka perusahaan yang dulu identik cuma buat gadai barang kini berubah total jadi “markas besar” investasi emas nasional. PT Pegadaian makin menunjukkan taringnya sebagai pemain utama Layanan Bank Emas di Indonesia. Bukan kaleng-kaleng, dominasi ini bahkan makin kuat seiring dorongan pemerintah lewat penguatan ekosistem bullion nasional dalam agenda besar Asta Cita.

Yang bikin menarik, posisi Pegadaian sebagai “bos besar” ekosistem emas ini bukan hasil instan atau baru kemarin sore. Mereka sudah bangun fondasi bisnis emas selama 125 tahun. Jadi pas tren Bank Emas mulai hype dan ramai dibahas, Pegadaian sebenarnya sudah duluan jalan. Istilah anak sekarang: “udah start duluan sebelum trend-nya meledak.”

Kalau dulu Pegadaian lekat dengan image tempat gadai buat cari dana cepat, sekarang vibes-nya berubah total. Perusahaan ini bertransformasi jadi pusat ekosistem emas terintegrasi. Mulai dari Tabungan Emas, Cicil Emas, Gadai Emas, Deposito Emas sampai jual beli emas fisik lewat PT Pegadaian Galeri 24, semua dibikin satu ekosistem.

Sebelum kata “bullion” atau “Bank Emas” viral dan masuk obrolan publik, Pegadaian ternyata sudah lebih dulu bikin gebrakan lewat Tabungan Emas dan Cicil Emas. Efeknya lumayan gila, mindset masyarakat ikut berubah.

Kalau dulu emas sering dianggap aset sultan alias investasi orang tajir, sekarang malah makin inklusif. Anak muda, mahasiswa, pekerja baru sampai Gen Z pun bisa mulai investasi emas cuma dari Rp10 ribu lewat Tabungan Emas.

Konsep ini bikin investasi emas makin relate sama gaya hidup sekarang. Tinggal nabung saldo emas sedikit demi sedikit, konsisten, lalu bisa dicetak jadi emas fisik kapan pun. Istilah TikTok-nya: “slow but cuan mode on.”

Di tengah kondisi ekonomi global yang lagi naik turun, tensi geopolitik yang bikin pasar deg-degan, plus fluktuasi keuangan dunia beberapa tahun terakhir, emas malah jadi primadona. Banyak orang mulai cari aset safe haven buat proteksi nilai.

Baca Juga :  Dampak Langsung yang Dirasakan Warga Akibat Dolar Mengganas Rupiah Melemah, Dari Biaya Hidup dan Daya Beli, Solusinya?

Efeknya langsung terasa ke Pegadaian. Transaksi Tabungan Emas naik masif dan bisnis emas mereka makin ngebut.

Pegadaian sekarang punya empat layanan unggulan Bank Emas yang disiapkan buat ritel sampai korporasi:

🟡 Deposito Emas
✓ Nasabah bisa menyimpan emas fisik atau saldo emas
✓ Tenor tersedia 6, 9 sampai 12 bulan
✓ Yield diberikan dalam bentuk gram emas tiap bulan
✓ Total aset emas bisa terus bertambah otomatis

🟡 Pinjaman Modal Kerja Emas
✓ Ditujukan buat pengrajin emas
✓ Pedagang perhiasan
✓ Pelaku industri emas lainnya
✓ Sistem pinjaman dan pengembalian sama-sama berbentuk emas fisik sehingga lebih aman dari gejolak harga

🟡 Jasa Titipan Emas Korporasi
✓ Pegadaian bertindak sebagai Gold Custodian
✓ Menyimpan aset emas perusahaan berskala besar
✓ Didukung pengamanan berlapis dan standar tinggi

🟡 Perdagangan Emas
✓ Jual beli emas fisik
✓ Kemurnian 24 karat
✓ Bersertifikat resmi

Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, membeberkan performa bisnis emas yang terus meroket.

“Hingga April 2026, total kelolaan ekosistem emas Pegadaian menembus angka sekitar 145 ton. Termasuk didalamnya kelolaan Tabungan Emas Pegadaian yang kini mencapai lebih dari 20 ton dengan valuasi senilai lebih dari Rp 51 triliun. Alhamdulillah OSL produk Cicilan Emas juga mengalami kenaikan signifikan dengan pertumbuhan hingga 152,79% YoY, yaitu pada angka Rp 13,85 triliun per 30 April ini,” ungkap Damar.

Angka ini jelas bikin banyak mata melirik. Bayangin saja, Tabungan Emas yang dulu dianggap produk alternatif sekarang sudah menembus valuasi lebih dari Rp51 triliun. Sementara produk Cicil Emas tumbuh lebih dari 152 persen secara tahunan. Auto bikin sektor investasi emas makin panas.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, M. Aries Aviani Nugroho, menegaskan Pegadaian saat ini tak hanya fokus bisnis semata.

Baca Juga :  4.800 UMKM Serbu Gadepreneur 2026! Cuma 360 yang Lolos, Pegadaian Siapkan Roadmap Naik Kelas

“Saat ini Pegadaian tidak hanya fokus pada layanan bisnis, tetapi juga membangun ekosistem investasi emas, digitalisasi layanan keuangan, serta kolaborasi dengan generasi muda dan masyarakat luas. Sebagai Bank Emas pertama di Indonesia, Pegadaian menghadirkan layanan seperti Tabungan Emas, Deposito Emas, Cicil Emas, dan Gadai Emas guna memperluas akses masyarakat terhadap investasi berbasis emas. Langkah ini sejalan dengan visi MengEMASkan Indonesia dan mendukung penguatan ekonomi nasional,” imbuh Aries.

Strategi itu makin diperkuat lewat jaringan lebih dari 4.000 outlet di seluruh Indonesia. Belum lagi dukungan vault berstandar internasional, distribusi emas fisik nasional, hingga sistem pencatatan emas digital dan fisik dengan jaminan underlying asset 1:1.

Yang bikin makin relate sama generasi digital adalah hadirnya aplikasi Tring! by Pegadaian. Platform ini jadi semacam one stop apps yang menyatukan layanan investasi, transaksi hingga ekosistem emas dalam satu aplikasi.

Buat Gen Z dan anak muda yang serba digital, model begini jelas lebih nyambung. Tinggal buka aplikasi, transaksi jalan, investasi emas tetap lanjut. Istilah Jaksel-nya: “investing era tapi tetap simpel dan anti ribet.”

Dengan penguatan Bank Emas yang terus dipacu, Pegadaian kini bukan cuma pemain lama yang bertahan. Mereka berubah jadi penguasa ekosistem emas nasional yang sedang tancap gas di tengah tren investasi yang makin meledak.
Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.