SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Festival Kompetisi SMA/SMK dan UMKM terbesar di Solo, Solo Champion and Impact Festival resmi dibuka, Jumat, (03/05/2026) malam kemarin di Koridor Gatot Subroto.
Event tahunan ini diselenggarakan oleh STIE Surakarta berkolaborasi dengan Hipmi Surakarta.
Aditya Liliyan, Ketua STIE Surakarta menjelaskan kompetisi ini bisa dikatakan terbesar di Solo Raya. Karena ada total hadiah berupa uang tunai dan beasiswa sebesar Rp 3 milliar.
“Untuk kategorinya itu banyak sekali, mulai dari UMKM. Jadi nanti UMKM Challenge itu kita mengkurasi UMKM. Lalu nantinya ada pelatihan, untul yang lolos nanti total hadiah Rp300.000.000 untuk tiga orang UMKM,” terangnya.
Kemudian dilanjutkan Aditya, nanti ada lagi kompetisi untuk siswa. Mulai dari Olympiade SAINS, E-Sport, Atvion untuk akuntansi, editing video. Hingga ada food prenuer, di mana itu anak SMA ditantang untuk membuat industri kuliner.
“Lalu ada band competition dan nanti kita juga ada campaign untuk pengolahan sampah dari HIPMI dan STIE Surakarta dan kemudian kita juga ada run nanti,” sambungnya.
Aditya mengatakan untuk acara grand final sendiri akan digelar pada tanggal 9 sampai 12 Juli di Solo Square.
“Jadi nanti kita ada campaign juga untuk pengelolaan sampah. Bagaimana mengelola sampah lebih baik lagi. Harapannya ya sampah ini bisa terkelola dengan baik,” jelasnya.
Aditya menceritakan pemenang juara 1,2, hingga 3 nantinya juga akan mendapatkan full beasiswa kuliah di STIE Surakarta. Mulai masuk hingga lulus kuliah.
Sementara itu Bowo, Ketua BPC Hipmi Solo mengutarakan bahwa HIPMI sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan siapapun. Salah satunya dengan STIE Surakarta ini.
“Pertama, semangat kami bersama adalah membuat iklim pendidikan dan iklim kewirausahaan di Kota Solo ini lebih meriah dan lebih berkembang lagi,” ujarnya.
Berbeda dengan event di tahun sebelumnya. Bowo menjelaskan event kali ini ada UKMM chalenge yang berbeda dengan inkubasi UMKM yang lain.
“Kita memang yang pertama membatasi di usia. Jadi usia yang kita batasi ini adalah UMKM-nya sesuai dengan HIPMI. Jadi yang usianya maksimal 40 tahun. Untuk skala bisnisnya kita tidak me-range tapi jenis bisnisnya yang kita cari adalah jenis-jenis bisnis baru, jenis-jenis bisnis yang kreatif. Supaya nanti bisa dikembangkan dan menjadi sesuatu yang lebih positif lagi di Kota Surakarta,” tambahnya.
Kemudian terkait pengelolaan sampah, Bowo mengatakan isu mengenai sampah ini memang lagi hangat diperbincangkan di Kota Solo. Bahkan itu menjadi isu nasional, sehingga sampah ini menjadi isu kita bersama.
“Target kita pertama adalah bagaimana mengedukasi. Mengedukasi bagaimana sampah ini juga sebenarnya mempunyai nilai value. Sampah itu tidak hanya dibuang tapi bagaimana sampah itu menjadi bahan untuk kita bisa kelola menjadi nilai ekonomi yang yang lebih baik,” paparnya.
Bowo berharap event ini dapat menjadi event tetap atau event tahunan yang berlanjut di Hipmi. Ando
