Beranda Daerah Solo Rayakan Semangat Kartini, Siswa SMP Muhammadiyah 7 Surakarta Berbagi Paket Sayur ke...

Rayakan Semangat Kartini, Siswa SMP Muhammadiyah 7 Surakarta Berbagi Paket Sayur ke Warga

Siswa SMP Muhammadiyah 7 Surakarta menyerahkan paket sayur dan lauk kepada warga di Kampung Debegan, Mojosongo, Solo, saat kegiatan pawai akbar dan aksi sosial dalam rangka menumbuhkan kepedulian serta semangat berbagi di kalangan siswa | Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suasana haru menyelimuti kawasan Kampung Debegan, Mojosongo, Solo, saat ratusan siswa SMP Muhammadiyah 7 Surakarta menggelar pawai akbar sekaligus aksi sosial, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut menjadi semakin menyentuh ketika rombongan siswa kelas IX berhenti dan membagikan puluhan paket sayur serta lauk-pauk kepada warga setempat. Warga pun tampak antusias menyambut kedatangan para siswa.

Sebelum pembagian paket dilakukan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Rudy Sulistanto, terlebih dahulu menyampaikan kulonuwun kepada warga Debegan. Suasana kemudian berubah khidmat saat Samsudin, staf Pendidikan Agama Islam, memimpin doa yang diamini bersama oleh warga dan peserta pawai.

Melalui rilis ke Joglosemarnews, ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kesiswaan yang didukung bidang sarana prasarana serta kurikulum. Program tersebut bertujuan menumbuhkan jiwa solidaritas dan kepedulian sosial di kalangan siswa.

Baca Juga :  Usung Tema Umroh plus Wisata Islam di China, Bahtaz Tour and Travel Bidik Gen Z
Ratusan siswa SMP Muhammadiyah 7 Surakarta mengikuti pawai akbar dengan mengenakan busana adat Jawa di lingkungan sekolah sebelum diberangkatkan menuju rute masing-masing dalam rangka peringatan semangat Kartini dan kegiatan sosial | Istimewa

Pawai akbar diikuti sekitar 400 siswa dari kelas VII, VIII, dan IX. Selain sebagai ajang kebersamaan, kegiatan ini juga digelar untuk memperingati jasa-jasa R.A. Kartini.

Menariknya, para siswa tampil mengenakan busana adat Jawa. Siswa putri mengenakan kebaya, sementara siswa putra mengenakan batik tradisional. Setiap kelas juga menampilkan dua siswa sebagai ikon dengan busana adat, serta membawa media identitas kelas masing-masing.

Adapun rute pawai dibagi berdasarkan jenjang kelas. Siswa kelas VII mengambil rute dari kawasan Dr. Oen ke arah selatan dengan pendamping tiga guru dan mahasiswa magang. Sementara kelas VIII melintasi wilayah Bibis Wetan melalui perkampungan di selatan sungai dengan empat guru pendamping.

Adapun siswa kelas IX mengambil rute menuju Debegan, Mojosongo, dengan didampingi empat guru serta sejumlah mahasiswa magang, yang sekaligus menjadi lokasi pelaksanaan aksi sosial berbagi kepada warga.

Baca Juga :  Gelar Rekonsiliasi Kolaborasi Bersama Pemda di Soloraya, BPJS Kesehatan Pastikan Warga Terdaftar JKN

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan semata, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan kebersamaan bagi para siswa sejak dini. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.