Site icon JOGLOSEMAR NEWS

30.000 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Digembleng Ala Militer selama 45 Hari

Foto ilustrasi, penampakan proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah | Dok. Joglosemarnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah ambisi besar pemerintah membangun kekuatan ekonomi dari tingkat desa, puluhan ribu calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih kini tidak langsung dibekali teori bisnis atau kewirausahaan. Sebaliknya, mereka lebih dulu ditempa melalui pendidikan dasar kemiliteran sebelum nantinya ditugaskan mengelola koperasi dan kampung nelayan di berbagai daerah.
Program tersebut resmi dimulai pada Rabu (17/6/2026) melalui Pendidikan dan Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang digelar Kementerian Pertahanan. Ribuan peserta akan menjalani rangkaian pelatihan selama 45 hari hingga 31 Juli 2026.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, menyebut jumlah peserta yang mengikuti program ini mencapai 35.476 orang. Mereka terdiri atas 30 ribu calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.
Menurut Rico, peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan terkait pengelolaan koperasi dan organisasi ekonomi masyarakat. Mereka juga akan menjalani pendidikan dasar kemiliteran yang menjadi bagian dari pembentukan karakter.
“Pelatihan direncanakan dilaksanakan di 67 satuan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Rico dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan, selama 30 hari pertama peserta akan mengikuti pelatihan yang berfokus pada pembentukan disiplin, wawasan kebangsaan, dan bela negara. Setelah itu, mereka akan memasuki tahap pelatihan manajerial selama 15 hari.
“Pelatihan manajerial ini disusun bersama kementerian teknis terkait,” ujarnya.
Program tersebut dibuka melalui upacara yang digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (16/6/2026). Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan Kementerian Pertahanan, Mayjen Ketut Gede Wetan Pastia, menegaskan bahwa pendekatan pelatihan berbasis kemiliteran dipilih untuk membentuk sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta kemampuan memimpin.
Menurut dia, pemerintah berharap para peserta tidak hanya mampu menjalankan fungsi manajerial, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi di tingkat akar rumput.
Melalui kombinasi pendidikan dasar kemiliteran dan pelatihan manajemen, peserta diharapkan mampu menghadapi tantangan pembangunan desa dan kawasan pesisir sekaligus memperkuat ketahanan nasional.
“Program ini diharapkan melahirkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap mengabdi bagi bangsa,” kata Ketut sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Pertahanan.
Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan disiapkan untuk mengelola berbagai unit usaha dan program ekonomi yang berada di bawah payung Koperasi Desa Merah Putih maupun Kampung Nelayan Merah Putih yang saat ini tengah dikembangkan pemerintah di berbagai wilayah Indonesia. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Exit mobile version