JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah kritik terhadap berbagai program pemerintah yang menyedot anggaran besar, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pemerintah justru meminta mahasiswa memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Permintaan itu disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menanggapi gelombang aksi mahasiswa bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” yang digelar pada Jumat (12/6/2026). Salah satu tuntutan utama demonstran adalah penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Qodari, tuntutan tersebut sesungguhnya sejalan dengan langkah yang selama ini dijalankan Presiden Prabowo. Ia menilai kepala negara justru berada di garis depan dalam upaya memangkas kebocoran dan pengeluaran negara yang tidak diperlukan.
“Mengenai tuntutan mahasiswa, misalnya terkait pemborosan APBN, yang dilakukan oleh Pak Prabowo justru selama ini adalah menghentikan pemborosan di berbagai sektor,” kata Qodari dalam keterangan tertulis, Ahad (14/6/2026).
Ia menjelaskan, sejak awal pemerintahan, Prabowo disebut telah melakukan penghematan terhadap berbagai pos belanja yang dianggap tidak mendesak maupun tidak esensial. Kebijakan efisiensi tersebut, kata dia, diklaim berhasil menghemat anggaran negara hingga sekitar Rp300 triliun.
Atas dasar itu, Qodari menilai mahasiswa semestinya memberikan dukungan terhadap agenda efisiensi yang sedang dijalankan pemerintah.
“Jadi kalau soal kebocoran, Bapak Presiden adalah panglima paling depan. Panglima dalam melawan kebocoran. Karena itu, beliau harus didukung oleh teman-teman mahasiswa,” ujarnya.
Meski demikian, Qodari mengatakan pemerintah tetap menghormati kritik yang disampaikan mahasiswa. Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi dan pemerintah terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat.
Sebelumnya, aliansi mahasiswa menggelar aksi bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” dengan membawa lima tuntutan. Selain meminta pemerintah menghentikan pemborosan APBN, massa aksi juga mendesak penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
Mereka juga menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai membebani keuangan negara. Tuntutan lainnya adalah mengakhiri praktik militerisme di ruang sipil dan mendesak Presiden Prabowo untuk mengakui kesalahan pemerintah serta berhenti menghindari kritik publik.
Namun, Qodari justru berkata sebaliknya, mana yang benar? [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













