Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Indosat Gandeng Adobe dan Kemenekraf Dorong Kreativitas Anak Muda Jadi Peluang Bisnis

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, serta President of Creativity & Productivity Business Adobe David Wadhwani berkolaborasi mendorong pemanfaatan teknologi dan AI untuk membantu masyarakat Indonesia mengubah kreativitas menjadi peluang ekonomi yang nyata | Istimewa

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan Adobe berkolaborasi mendorong generasi muda Indonesia memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) untuk mengubah kreativitas menjadi peluang ekonomi nyata.
Kolaborasi tersebut menghadirkan program pemberdayaan yang menggabungkan jangkauan nasional Indosat, teknologi kreatif berbasis AI dari Adobe, serta dukungan penguatan ekosistem ekonomi kreatif dari Kemenekraf.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, kemitraan tersebut bertujuan membantu generasi muda mengembangkan ide kreatif menjadi karya yang bernilai dan mampu bersaing di tingkat global.
“Di era AI ini, fokus kami adalah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya. Kami ingin lebih banyak ide kreatif berkembang menjadi karya yang berdampak dan bernilai ekonomi,” ujarnya seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Indosat akan memberikan akses premium Adobe Express secara gratis selama enam bulan kepada para pelanggannya. Selain itu, pelanggan juga dapat mengakses materi pembelajaran dari Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan program itu dirancang untuk membuka akses lebih luas terhadap perangkat kreatif dan keterampilan digital yang dibutuhkan generasi muda.
“Kami ingin membantu generasi kreator berikutnya mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi diri mereka maupun komunitasnya,” kata Vikram.
Sementara itu, Presiden Creativity & Productivity Business Adobe, David Wadhwani, menyebut Indonesia menjadi negara pertama yang dipilih untuk peluncuran program monetisasi kreator Adobe Express. Melalui program ini, kreator lokal berkesempatan memperoleh penghasilan dari template dan karya yang mereka buat.
Peserta terpilih juga akan mendapat kesempatan menampilkan karya mereka dalam IDEAFEST, salah satu festival kreatif terbesar di Indonesia.
Kolaborasi tersebut juga akan terhubung dengan program ECHOES (Ekraf Goes to School and Campus) milik Kemenekraf yang bertujuan meningkatkan literasi ekonomi kreatif, teknologi digital, dan AI bagi pelajar serta mahasiswa di berbagai daerah.
Melalui sinergi tersebut, ketiga pihak berharap semakin banyak generasi muda Indonesia mampu mengubah kreativitas menjadi karya yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan industri kreatif nasional. [*]

Exit mobile version