JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Publik tampaknya harus sedikit bersabar jika ingin mengetahui arah pembenahan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN).
Pasalnya, rapat perdana antara Komisi IX DPR RI dan jajaran pimpinan baru BGN pada Senin (15/6/2026) berlangsung di balik pintu tertutup.
Rapat dengar pendapat yang menjadi debut Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang di hadapan parlemen itu tidak dapat diakses publik maupun media. Komisi IX DPR memutuskan seluruh pembahasan dilakukan secara tertutup karena menyangkut rencana kerja serta kebutuhan anggaran BGN untuk tahun 2027.
Keputusan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, yang memimpin jalannya rapat. Sebelum mengetuk palu, Nihayatul terlebih dahulu meminta persetujuan anggota dewan yang hadir.
“Rapat ini saya nyatakan tertutup untuk umum,” kata Nihayatul saat membuka rapat.
Sedikitnya 35 anggota Komisi IX hadir dalam agenda tersebut. Dari pihak BGN, Nanik datang didampingi Wakil Kepala BGN Trenggono beserta jajaran lainnya. Saat memasuki ruang rapat, Nanik memilih tidak memberikan komentar kepada awak media yang menunggu di lokasi.
Rapat tersebut menjadi agenda penting bagi pimpinan baru BGN setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan pucuk pimpinan lembaga tersebut. Nanik ditunjuk sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana yang terseret kasus dugaan korupsi.
Pelantikan Nanik dilakukan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta pada 8 Juni 2026 lalu. Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga melantik Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN.
Keduanya menggantikan Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung yang turut terseret dalam perkara dugaan korupsi terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis.
Usai menerima mandat dari Presiden, Nanik menyatakan telah menyiapkan sejumlah langkah prioritas untuk membenahi BGN sekaligus memperkuat pelaksanaan program MBG. Sedikitnya ada empat fokus utama yang akan dikerjakan, mulai dari peningkatan efisiensi anggaran, penataan dapur MBG, hingga memperluas jangkauan layanan ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Langkah-langkah tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah mendesak bagi pimpinan baru BGN di tengah upaya pemerintah mengembalikan kepercayaan publik terhadap program MBG setelah mencuatnya kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah pejabat lembaga tersebut. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














