Beranda Daerah Solo Mangkunegaran Gelar Peringatan 1 Sura Lebih Sakral, Kirab Pusaka Diikuti Ribuan Peserta

Mangkunegaran Gelar Peringatan 1 Sura Lebih Sakral, Kirab Pusaka Diikuti Ribuan Peserta

G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo memberikan keterangan kepada awak media terkait rangkaian peringatan Malam 1 Sura Be 1960 di Pura Mangkunegaran, Kamis (11/6/2026) | Ando

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Peringatan Malam 1 Sura Be 1960 di Pura Mangkunegaran tahun ini akan dikemas lebih sakral dengan menghadirkan rangkaian tirakat selama 24 jam yang terbagi dalam tiga fase. Selain prosesi kirab pusaka yang menjadi tradisi tahunan, ribuan masyarakat diperkirakan akan ambil bagian dalam berbagai kegiatan yang digelar mulai 16 hingga 17 Juni 2026.

Ketua Panitia Peringatan 1 Sura Be 1960 Mangkunegaran, G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo, mengatakan rangkaian acara diawali dengan fase Atita pada Selasa (16/6/2026). Fase ini dimaknai sebagai momentum untuk melepaskan berbagai hal yang telah berlalu.

“Pada 16 Juni 2026, ada rangkaian Atita. Fase melepaskan yang telah lewat, dibuka dengan doa bersama dan santap sore (mutih) sebagai ungkapan syukur,” ujar Ancillasura dalam konferensi pers di Mangkunegaran, Kamis (11/6/2026).

Setelah doa bersama, para tamu undangan akan diajak memasuki pameran instalasi Surakusuma yang digelar di Bale Sisworini. Pameran tersebut menghadirkan pengalaman yang menggambarkan perjalanan tiga dimensi waktu, yakni Atita (masa lalu), Atiki (masa kini), dan Anagata (masa depan).

Baca Juga :  Viral Aksi "Macak Pocong" Resahkan Warga Belakang UNS, Respati: Ganggu Ketertiban Kita Sikat, Mending Makan Mie Ayam!

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan Kirab Pusaka Dalem, yakni prosesi tahunan mengarak pusaka-pusaka keraton dalam suasana tapa bisu. Kirab akan dimulai pukul 20.00 WIB dengan mengelilingi tembok luar Pura Mangkunegaran.

Adapun rute yang akan dilalui peserta kirab yakni Ngarsopuro (Jalan Diponegoro), Jalan Slamet Riyadi, Jalan Kartini, Jalan RM Said, Jalan Teuku Umar, dan kembali ke Ngarsopuro.

Menurut Ancillasura, antusiasme masyarakat untuk mengikuti kirab cukup tinggi. Hingga saat ini jumlah peserta yang tercatat telah mencapai ribuan orang.

“Jumlah peserta kirabnya sampai saat ini ribuan. Sebelumnya di Pamedan juga ada 10.000 orang untuk mengikuti pembagian berkat dan udik-udik. Serta menonton bersama prosesi kirab bagaimana,” terangnya.

Memasuki pergantian tahun Jawa tepat tengah malam, rangkaian akan berlanjut ke fase Atiki yang dimaknai sebagai ruang perenungan untuk hadir sepenuhnya pada saat ini. Fase tersebut diwujudkan melalui ritual semedi yang digelar di Pendhapa Ageng dan Dalem Ageng.

Baca Juga :  Yayasan Imanda Sarva Indonesia Gelar Rapat Perdana, Siap Sebarkan Spirit Toleransi

Sementara pada Rabu (17/6/2026), Mangkunegaran akan memasuki fase Anagata, yakni fase menyambut masa depan. Dalam rangkaian ini akan digelar kegiatan meditasi yang menawarkan pengalaman sensori yang berakar pada tradisi dan nilai-nilai budaya Jawa.

Melalui konsep tiga fase tersebut, Mangkunegaran berharap peringatan 1 Sura tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. [Ando]

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.