
SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ribuan pendekar dan kader Tapak Suci Putera Muhammadiyah dari berbagai belahan dunia bersiap memadati Kota Semarang, Jawa Tengah. Pasalnya, organisasi seni bela diri otonom Muhammadiyah ini bakal menggelar hajatan akbar lima tahunan mereka, yakni Muktamar XVI, pada 6 hingga 9 Agustus 2026 mendatang.
Dalam perhelatan besar kali ini, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) resmi dipilih menjadi saksi sejarah sebagai tempat berkumpulnya para pengurus, kader, hingga pendekar lintas generasi.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci, Afnan Hadikusumo, mengungkapkan bahwa muktamar tahun ini bukan sekadar agenda rutin biasa. Momentum ini menjadi titik balik penting bagi organisasi untuk berbenah dan menjawab tantangan zaman yang semakin rumit.
“Muktamar XVI ini menjadi ruang yang sangat strategis bagi kami untuk berkaca pada capaian sebelumnya, melahirkan kebijakan-kebijakan baru yang inovatif, sekaligus memilih nakhoda baru yang amanah dan visioner untuk masa depan,” ujar Afnan kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (10/6/2026).
Jaga Tradisi Tanpa Ketinggalan Zaman
Menatap masa depan, panitia tidak main-main dalam menentukan arah pergerakan. Hal ini tercermin dari tema besar yang mereka usung tahun ini: “Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia.”
Ketua Panitia Pelaksana Muktamar XVI, Wiwaha Aji Santosa, menegaskan bahwa kalimat tersebut bukan pemanis di atas kertas belaka, melainkan komitmen nyata yang jadi kompas organisasi ke depan. Menurutnya, nilai-nilai asli bela diri tradisional tidak akan dibuang, namun cara mengelolanya yang harus diubah agar lebih modern.
“Namanya organisasi besar, kita tidak boleh kaku dan harus adaptif. Akar tradisi pencak silat dan nilai Islam tetap jadi pondasi utama yang tidak akan goyah. Tapi, urusan tata kelola organisasi, kita harus bergerak mandiri dan modern agar Tapak Suci bisa makin melebarkan sayap di panggung dunia,” papar Wiwaha.
Jadi Ajang Kumpul Pendekar Lintas Negara
Ada yang menarik dari gelaran di Semarang nanti. Muktamar XVI diprediksi bakal menjadi salah satu pertemuan paling meriah sepanjang sejarah Tapak Suci, karena jangkauannya yang melebar hingga ke luar negeri.
Organizing Committee (OC) Pimpinan Pusat Tapak Suci, Rony Syaifullah, membocorkan bahwa agenda ini akan menjadi panggung pembuktian eksistensi pencak silat di kancah global.
“Muktamar ini bakal jadi tempat melepas rindu sekaligus ajang tukar pikiran bagi para pendekar lintas negara. Kami mencatat, perwakilan dari 12 Perwakilan Wilayah Luar Negeri (PWLN) Tapak Suci dijadwalkan hadir langsung ke Semarang,” ungkap Rony antusias.
Mantan pesilat andalan Indonesia ini menambahkan, hadirnya utusan internasional ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan prestasi serta nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan yang dibawa Tapak Suci sudah diterima dengan sangat baik oleh masyarakat dunia.
“Di forum lintas negara inilah kita juga akan merumuskan standarisasi teknik dan kurikulum pencak silat yang ramah untuk ekosistem global, tanpa sedikit pun menghilangkan identitas asli kita,” tambah Rony.
Selain diramaikan oleh para pendekar luar negeri, panitia memastikan seluruh jajaran struktural domestik bakal hadir secara masif. Mulai dari tingkat Pimpinan Pusat (PP), Pimpinan Wilayah (Pimwil) di tingkat provinsi, hingga Pimpinan Daerah (Pimda) dari berbagai kabupaten/kota di seluruh pelosok Indonesia. (BN)
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














