Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Pemkot Fasilitasi Dua Kubu Keraton, Kirab 1 Sura Berpotensi Digelar Bergantian

Rapat persiapan Kirab Pusaka Malam 1 Suro digelar di Balaikota Solo, Senin (15/6/2026). Pertemuan yang difasilitasi Pemkot Surakarta itu mempertemukan perwakilan dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta guna membahas teknis pelaksanaan kirab, sekaligus menjaga kondusivitas Kota Solo menjelang tradisi sakral pergantian Tahun Baru Jawa | Ando

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Dua kubu yang selama ini berselisih dalam internal Keraton Kasunanan Surakarta menghadiri rapat persiapan Kirab Pusaka Malam 1 Sura di Balaikota Solo, Senin (15/6/2026). Pemerintah Kota Surakarta yang memfasilitasi pertemuan itu mengungkap adanya kesepahaman agar masing-masing pihak saling memberi ruang saat pelaksanaan kirab.

Rapat dipimpin Pelaksana Pelindung Keraton Surakarta, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, dan disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Solo. Hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kota Surakarta Budi Murtono, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Aryo Widyandoko, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta Maretha.

Dari kubu PB XIV Purbaya hadir putri-putri PB XIII, yakni GKR Panembahan Timoer Rumbay, GKR Devi Lelyana, dan GKR Dewi Ratih Widyasari. Turut hadir sejumlah putra-putri PB XII serta kuasa hukum PB XIV Purbaya, KPAA Ferry Firman Nurwahyu.

Sementara dari kubu Lembaga Dewan Adat (LDA) tampak hadir Ketua LDA GRAy Koes Moertiyah atau Gusti Moeng, KPH Eddy Wirabhumi, GRAj Putri Purnaningrum, KGPH Puger, dan KGPH Madukusumo.

Rapat dilakukan secara bergantian. Kubu PB XIV Purbaya terlebih dahulu bertemu dengan Tedjowulan di Ruang Nata Praja. Setelah itu, pertemuan dilanjutkan dengan pihak LDA. Adapun kubu PB XIV Mangkubumi menunggu giliran di ruang rapat Wali Kota Solo.

Usai rapat, Sekda Kota Surakarta Budi Murtono menegaskan bahwa Pemkot Solo mendukung penuh pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Sura dan berupaya menjaga kondusivitas kota dengan memfasilitasi komunikasi seluruh pihak.

“Kita mendukung kegiatan itu agar bisa berjalan dengan baik dan lancar. Jadi dari semua pihak menyampaikan rencananya seperti ini, seperti ini. Nah, kita mensinkronkan itu,” ujar Budi.

Menurutnya, pelaksanaan kirab tahun ini dimungkinkan tidak dilakukan dalam satu rombongan yang sama. Namun demikian, masing-masing pihak disebut memiliki pemahaman untuk saling memberi ruang agar kegiatan berlangsung tertib.

“Mungkin tidak menjadi satu. Pelaksanaannya biar bisa berjalan dengan baik. Biar bisa pemahaman dan saling bisa memberi ruang untuk kegiatan. Kalau dari segi waktu hampir bersamaan. Ada pemahaman bahwa ketika ada satu yang sudah duluan, nanti yang satu akan mau mengalah di belakang. Tapi belum tahu siapa yang di awal,” jelasnya.

Di sisi lain, kubu PB XIV Purbaya memastikan tetap akan menggelar kirab Malam 1 Sura. Namun mereka menolak anggapan bahwa akan ada kirab yang dilakukan secara terpisah.

“Iya tetap digelar. Di mana ada sendiri-sendiri, rajanya kan cuma satu,” kata kuasa hukum PB XIV Purbaya, KPAA Ferry Firman Nurwahyu.

Ferry juga membagikan keterangan tertulis yang menegaskan bahwa suksesi Keraton Surakarta harus berlandaskan paugeran, garis keturunan, tradisi adat, legitimasi spiritual, dan hukum yang berlaku sebagaimana tertuang dalam Sabda Sri Susuhunan SISKS Pakoe Boewono XIII Nomor 001 Tahun 2025.

Menurutnya, sabda tersebut diterbitkan sebagai pedoman resmi tata pemerintahan keraton sekaligus upaya mengakhiri konflik internal yang selama ini memunculkan dualisme kepemimpinan.

Sementara itu, Ketua LDA GRAy Koes Moertiyah atau Gusti Moeng menyatakan pihaknya bersama Panembahan Agung Tedjowulan telah siap melaksanakan kirab yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (16/6/2026) malam.

“Kami dari keraton dengan saya sebagai Ketua Lembaga Dewan Adat, dengan Panembahan sudah siap melaksanakan,” ujarnya.

Gusti Moeng menjelaskan pihaknya akan mengeluarkan sejumlah pusaka dari Sasana Pustaka yang sebelumnya juga telah beberapa kali diikutsertakan dalam kirab.

Saat ditanya kemungkinan penggabungan kirab dengan kubu PB XIV Purbaya, ia mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun berdasarkan informasi yang diterimanya, kubu PB XIV Purbaya disebut tidak akan mengeluarkan pusaka dari kamar pusaka utama.

“Saya enggak begitu jelas. Hanya tadi pemahaman dari Pak Sekda dan yang ikut seperti Gusti Panembahan menyampaikan kalau dia akan melakukan kirab, tapi tidak mengeluarkan pusaka dari kamar pusaka,” katanya.

Ia juga mengaku belum mengetahui jadwal pasti kirab yang akan dilakukan pihak lain. Adapun kirab yang digelar LDA dipastikan tetap dimulai pukul 00.00 WIB sebagaimana tradisi yang selama ini berjalan.

Terpisah, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan menilai pertemuan berlangsung baik dan penuh suasana kekeluargaan.

“Baik kok tadi, Alhamdulillah baik semua. Saya bersyukur, semua baik,” ujarnya.

Tedjowulan meyakini kirab pusaka tetap dapat berjalan dalam satu kesatuan rute sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

“Iya, menjadi satu. Menjadi satu,” tegasnya.

Namun saat disinggung mengenai kemungkinan kubu PB XIV Purbaya tidak mengeluarkan pusaka keraton dalam kirab Malam 1 Sura, Tedjowulan enggan memberikan komentar lebih jauh dan meminta hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada pihak terkait.

“Wah, enggak tahu saya. Tanya sana,” pungkasnya. [Ando]

 

Exit mobile version