Beranda Daerah Solo Kemunculan Kawat Berduri di Sasana Nalendra Tuai Sorotan, Gusti Moeng: Saya Juga...

Kemunculan Kawat Berduri di Sasana Nalendra Tuai Sorotan, Gusti Moeng: Saya Juga Baru Lihat

Menjelang Kirab Pusaka 1 Suro, pagar Sasana Nalendra di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta dipasangi kawat berduri. Keberadaan pengamanan tambahan itu memicu tanda tanya dari pihak LDA, meski kubu PB XIV Purboyo memastikan pemasangan dilakukan semata-mata untuk alasan keamanan dan tidak terkait adanya ancaman tertentu | Foto: Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kawat berduri tampak terpasang di atas pagar kompleks Sasana Nalendra di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta menjelang pelaksanaan Kirab Pusaka 1 Suro yang akan digelar dalam beberapa hari ke depan.

Kemunculan kawat berduri tersebut menuai perhatian dari pihak Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta. Ketua LDA, GRAy Koes Murtiyah atau Gusti Moeng, mengaku baru mengetahui adanya pemasangan kawat berduri tersebut saat memasuki kawasan Sasana Nalendra.

“Saya juga baru lihat. Kemarin waktu saya masuk masih hanya kawat biasa. Sekarang dipasangi kawat berduri seperti dulu yang pernah dipasang di seng itu. Jadi seolah-olah mereka memang tidak ingin berinteraksi dengan kami,” ujar Gusti Moeng saat ditemui, Rabu (10/6/2026).

Menurut Gusti Moeng, dirinya tidak mengetahui secara pasti tujuan pemasangan kawat berduri tersebut. Namun, ia menduga keberadaannya berkaitan dengan upaya pembatasan akses atau antisipasi gangguan keamanan.

Baca Juga :  Tanggapi Pledoi Nadiem, Jokowi: Semua Kebijakan dan Program Berasal dari Presiden

“Saya enggak tahu maksudnya apa. Mungkin mereka berpikir kita mau bikin kerusuhan atau bagaimana. Setahu saya, kawat berduri seperti itu biasanya digunakan untuk menghalau massa atau membatasi pergerakan ketika ada potensi kerumunan maupun kerusuhan. Saya pernah di DPR, jadi sering melihat penggunaan fasilitas seperti itu,” katanya.

Terpisah, juru bicara PB XIV Purboyo, KPA Singonagoro, menegaskan bahwa pemasangan kawat berduri tersebut semata-mata dilakukan untuk alasan keamanan kawasan Sasana Nalendra.

“Di situ merupakan tempat tinggal raja dan juga tempat tinggal Gusti Kanjeng Ratu Ageng, istri almarhum PB XIII. Jadi memang untuk keamanan. Selain itu, di wilayah tersebut juga cukup sering ada lalu lalang orang,” ujarnya saat dihubungi.

Singonagoro membantah adanya peningkatan ancaman keamanan atau situasi khusus yang melatarbelakangi pemasangan kawat berduri tersebut.

“Biasa saja. Bukan hanya di Nalendra. Di beberapa rumah dinas bupati, wali kota, maupun kapolres juga ada pengamanan semacam itu. Jadi tidak ada masalah,” katanya.

Baca Juga :  Keraton Solo Memanas, Kubu PB XIV Purboyo Akan Laporkan Pemasangan Baliho Raja Versi Mangkubumi ke Polisi

Ia juga menegaskan bahwa kawat berduri dipasang di bagian atas pagar sehingga tidak mengganggu akses keluar masuk kawasan tersebut.

“Itu penempatannya di atas pagar. Pintunya juga masih bisa dibuka. Pintu itu merupakan akses menuju area privat,” pungkasnya. [Ando]

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.