SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Viral unggahan di media sosial, halte hingga trotoar di Kawasan Sriwedari diduga menjadi tempat tindakan asusila LGBT.
Di akun media sosial instagram @beritasolohariini terdapat tangkapan layar keluhan dari warga.
“Halte Sriwedari karo sepanjang trotoar kui bengi ngeri. Isine hom* kabeh, do sep*ng2an man*k. Tolong dipantau ditindak lanjut sangat meresahkan. Opo meneh nang toilet umum kui. Rame hom* pak pol pp tolong dipantau”.
Kepala Satpol PP Kota Solo, Didik Anggono saat dikonfirmasi mengutarakan bahwa tempat tersebut memang sudah lama dalam pemantuan.
“Sudah sejak lama kami pantau. Memang tempat itu kita lihat sebagai tempat transaksi, kemudian aktivitasnya di luar gitu. Jadi memang malam antara jam 10.00 sampai jam 12.00-an,” ungkap Didik saat dikonfirmasi, Senin, (01/06/2026).
Meski demikian, Didik menjelaskan bahwa pihaknya sudah menempatkan tim secara tertutup dan juga tim terbuka untuk melakukan patroli secara rutin.
“Jadi memang ada orang yang di situ mengetahui terkait dengan kondisi kegiatan itu. Cuman kami perlu membuktikan lebih jauh lagi terkait dengan keterlibatan mereka,” terangnya.
Didik menambahkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan wilayah dalam hal ini Camat Laweyan, Lurah Sriwedari untuk juga merutinkan linmasnya patroli di kawasan tersebut.
“Kami juga sudah koordinasi dengan dispora karena area yang dipakai itu juga di sekitar kawasan parkir Sriwedari atau di belakang tulisan I love Solo. Kemudian kami juga sudah mohon dan lapor kepada Pak Sekda, Pak Wali juga mohon ada penambahan penerangan,” katanya.
Bahkan diceritakan Didik, anggota satpol PP ketika sedang melakukan pemantauan di kawasan Sriwedari. Malah sempat ditawar oleh seseorang.
“Suatu ketika pernah staf saya itu nongkrong memang nyanggong. Dia itu malah ditawar untuk melakukan itu. Jadi memang kayak sudah menjadi tempat (transaksi),” jelasnya.
Didik menyebut Satpol PP perlu mendalami lebih jauh terkait dengan orang-orang tersebut. Jika memang ada keterlibatan. Maka akan diupayakan di tangkap kemudian diintegrasi dengan kelompok aktivitas dan lain sebagainya. Ando
