Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Diduga Terpeleset Saat Mancing, Bocah di Pakem Sleman Tenggelam dan Ditemukan di Kedalaman 5 Meter

ilustrasi korban banjir | Joglosemarnews

Ilustrasi | joglosemarnews.com

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kegiatan memancing yang semestinya menjadi kegiatan menyenangkan bagi anak-anak berubah menjadi tragedi di Kabupaten Sleman. Seorang bocah berusia delapan tahun kehilangan nyawanya setelah diduga terpeleset dan tenggelam saat memancing bersama teman-temannya.

Korban berinisial A (8), warga Candirejo, Kalurahan Candibinangun, Kapanewon Pakem. Peristiwa nahas itu terjadi di kawasan perairan Samberembe pada Selasa (30/6/2026) pagi.

Koordinator Unit Siaga Basarnas Sleman, Dhedi Prasetya, menjelaskan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 09.15 WIB. Saat itu korban sedang memancing bersama empat rekannya di lokasi kejadian.

Diduga karena kehilangan pijakan, korban terpeleset hingga jatuh ke dalam perairan. Bocah tersebut kemudian tenggelam dan tidak berhasil muncul kembali ke permukaan.

Laporan mengenai kejadian itu diterima Unit Siaga Basarnas Sleman sekitar pukul 10.10 WIB. Tak lama berselang, personel Basarnas langsung diberangkatkan ke lokasi untuk bergabung dengan unsur SAR gabungan melakukan upaya pencarian.

Setelah melakukan penilaian kondisi di lapangan, tim memutuskan menggunakan metode penyelaman untuk mencari korban di titik yang diduga menjadi lokasi tenggelam.

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan metode penyelaman di lokasi yang diduga menjadi titik tenggelamnya korban. Korban akhirnya berhasil ditemukan pada kedalaman sekitar lima meter dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Dhedi Prasetya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke permukaan dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Seluruh personel SAR gabungan yang terlibat dalam proses pencarian selanjutnya kembali ke satuan masing-masing.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai, embung, maupun perairan terbuka. Meski tampak tenang, area tersebut tetap memiliki risiko tinggi, terutama bagi anak-anak yang belum memiliki kemampuan berenang atau menghadapi kondisi dasar perairan yang licin dan dalam. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Exit mobile version