Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Kebakaran Luluhlantakkan Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, 70 Rumah Hangus dalam 15 Menit

ilustrasi kebakaran

Ilustrasi pemadam kebakaran. Pixabay

SUKABUMI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hanya dalam waktu sekitar 15 menit, puluhan rumah di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berubah menjadi puing. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik itu membuat sekitar 70 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (25/7/2026) siang. Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, kobaran api pertama kali muncul dari bangunan mandi, cuci, kakus (MCK) umum di kawasan kampung adat sekitar pukul 14.00 WIB.

Staf Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Kuswan Hermawan, mengatakan anak-anak yang berada di sekitar lokasi menjadi orang pertama yang mengetahui munculnya api.

“Terus api berawal dari MCK yang disaksikan oleh anak-anak yang dia berteriak, ‘Api! Api! Api!’. Itu kemungkinan besar dari korsleting listrik,” ujar Kuswan, Sabtu (25/7/2026).

Kondisi rumah-rumah adat yang sebagian besar menggunakan atap ijuk kering membuat api dengan cepat membesar. Tiupan angin yang cukup kencang semakin mempercepat penyebaran api hingga menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya melalui gang-gang sempit permukiman.

Salah seorang warga, Alma, mengaku tidak sempat menyelamatkan rumahnya. Saat kejadian ia sedang bekerja di sebuah bengkel. Begitu mendapat kabar adanya kebakaran, ia langsung bergegas pulang. Namun rumahnya sudah lebih dulu dilalap api.

“15 menitan sudah habis semua. Udah habis ini (rumah), alhamdulillah keluarga saya selamat, keluarga (lari) ke bawah, akses ini (gang), langsung ke bawah turun,” tuturnya.

Data sementara BPBD dan pemerintah desa mencatat sekitar 70 rumah hangus terbakar. Musibah tersebut berdampak terhadap sekitar 70 kepala keluarga atau sekitar 420 jiwa.

Meski kerusakan yang ditimbulkan cukup besar, BPBD memastikan tidak ada korban meninggal dunia maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Warga berhasil menyelamatkan diri setelah saling mengingatkan dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Untuk sementara, para korban mengungsi di rumah sanak keluarga sambil menunggu pendirian tenda darurat yang disiapkan BPBD bersama Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.

Kesedihan juga dirasakan Dede, salah seorang korban yang hanya bisa menyaksikan rumahnya rata dengan tanah. Seluruh harta bendanya tak berhasil diselamatkan, termasuk dokumen penting milik anaknya yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar.

Ia mengatakan saat kebakaran terjadi dirinya sedang berbincang dengan tetangga di luar rumah. Tak lama kemudian warga dikejutkan oleh kobaran api yang berasal dari WC umum dan dengan cepat membesar karena tertiup angin.

“Lagi di luar, lagi sama tetangga. Tahu-tahu api udah besar. Saya bawa lari keluarga keluar. Dalam waktu 15 menit, ini semua habis, kira-kira pukul 13.30 WIB,” kata Dede dengan suara bergetar.

Tak hanya rumah yang lenyap, berbagai dokumen berharga juga ikut musnah.

“Semua habis, kebetulan anak saya mengajar di SD. Nah, itu surat-surat kayak ijazah, SK P3K. Itu aja yang surat-surat pentingnya. Untuk kerugian materi mah belum bisa kehitung,” ujarnya.

Hingga Sabtu petang, petugas masih melakukan pendataan terhadap kerusakan dan kebutuhan para korban, sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.  [*]  Disarikan dari sumber berita media daring

 

Exit mobile version