Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik, Nonsubsidi Ikuti Harga Minyak Dunia

Bahlil Lahadalia | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gejolak harga minyak dunia tidak akan serta-merta membuat masyarakat pengguna BBM bersubsidi harus merogoh kocek lebih dalam. Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap dipertahankan, sementara perubahan harga akan lebih dulu terasa pada produk BBM nonsubsidi.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di tengah pergerakan harga minyak mentah dunia yang masih fluktuatif.

Bahlil mengatakan pemerintah tidak menjadikan perubahan harga Indonesian Crude Price (ICP) sebagai dasar untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Kebijakan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari komitmen pemerintah sebagaimana arahan Presiden.

“Di tengah harga minyak yang tidak menentu sampai sekarang kami punya komitmen atas dasar perintah Pak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik,” kata Bahlil usai rapat di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Dengan kebijakan tersebut, perubahan harga minyak mentah dunia tidak akan langsung dibebankan kepada konsumen BBM subsidi. Sebaliknya, harga BBM nonsubsidi akan lebih dinamis karena mengikuti perkembangan pasar minyak global.

Bahlil menjelaskan pemerintah bersama PT Pertamina akan melakukan evaluasi terhadap harga BBM nonsubsidi apabila terjadi perubahan signifikan pada harga minyak dunia.

“Ketika harga dunia itu turun maka harga yang non-subsidi pun bisa melakukan penyesuaian dengan harga dunia. Kalau turun ya turun, kalau naik ya terkoreksi juga untuk kenaikan,” ujarnya.

Di sisi lain, pergerakan harga minyak dunia tercermin dari penetapan ICP Juli 2026. Kementerian ESDM menetapkan ICP pada level US$81,68 per barel, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka US$83,45 per barel.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan penurunan tersebut antara lain dipengaruhi meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan mulai pulihnya pasokan minyak dunia.

“Penetapan ICP bulan Juli 2026 sebesar US$ 81,68 per barel mencerminkan dinamika pasar minyak mentah global yang mengalami penyesuaian menyusul meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta berangsur pulihnya arus pasokan minyak dunia,” kata Laode dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).

Untuk saat ini, harga Pertalite sebagai salah satu BBM bersubsidi masih berada di level Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi Rp6.800 per liter.

Sementara itu, harga BBM nonsubsidi berpotensi berubah mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Artinya, meski pengguna BBM subsidi mendapat kepastian harga, konsumen BBM nonsubsidi tetap harus mencermati kebijakan penyesuaian harga yang dilakukan pemerintah dan Pertamina. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Exit mobile version