Beranda Daerah Karanganyar Dari Ruang Sidang ke Persaudaraan: Ikhlasnya Seorang Ayah yang Kehilangan Anak

Dari Ruang Sidang ke Persaudaraan: Ikhlasnya Seorang Ayah yang Kehilangan Anak

Sejak September 2025, Suharto dipercaya menjaga booth khusus produk INDACO di Toko Bangunan Lestari Indah, Jl. Sumpah Pemuda 59, Banjarsari, Solo.

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tidak semua musibah berakhir dengan tuntutan dan permusuhan. Kisah Suharto, 64 tahun, dan Iwan Adranacus membuktikan bahwa maaf bisa mengubah luka menjadi persaudaraan.

Peristiwa itu terjadi Agustus 2018. Mobil Mercy yang dikemudikan Iwan Adranacus, Presiden Direktur PT Indaco Warna Dunia, terlibat kecelakaan hingga menewaskan Eko Prasetio, pengendara motor dan anak sulung Suharto. Banyak yang mengira kisah ini akan mentok di pengadilan.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Di ruang sidang, Suharto datang dengan hati ikhlas. Ia tidak menyalahkan Iwan sepenuhnya. “Sebagai orang tua saya tahu sifat anak saya. Ada faktor dari anak saya juga. Saya memahami itu takdir,” kata Suharto saat ditemui di Toko Bangunan Lestari Indah, Solo.

Sikap legawa itu membuat Iwan terkejut. “Dulu Pak Iwan malah kaget ketika saya menemui di persidangan. Tidak menyangka, karena saya ikhlas dan tidak menyalahkan beliau,” kenang Suharto. Sejak saat itu, hubungan keduanya tidak putus.

Baca Juga :  Kolaborasi UNS, UNESS, dan UGM Dorong Modernisasi UMKM Anggrek di Ngargoyoso, Tawangmangu Berbasis Ekoeduwisata Berkelanjutan

Selama lebih dari tujuh tahun, Suharto ikut membantu urusan pribadi keluarga Iwan. Sejak September 2025, ia dipercaya menjaga booth khusus produk INDACO di Toko Bangunan Lestari Indah, Jl. Sumpah Pemuda 59, Banjarsari, Solo. “Yang saya cari bukan uang. Saya cari persaudaraan. Alhamdulillah Tuhan kasih jalan,” ujar Suharto.

Iwan menyebut musibah itu sebagai berkah. “Kami merasa nambah saudara, nambah kerabat. Itu juga berarti nambah rejeki. Meski kejadiannya luar biasa, tapi itu selalu manis untuk dikenang,” katanya. Ia juga mengaku belajar banyak hal tentang hidup dan spiritual dari Suharto.

Baca Juga :  Tak Sekadar Seremonial, Estafet Tunas Kelapa 2026 di Karanganyar Diwarnai Bakti Sosial dan Edukasi Karakter

Perhatian itu juga sampai ke cucu almarhum Eko. Anak berusia 8 tahun yang kini kelas 3 SD itu rutin mendapat uang jajan dari Iwan. “Saya paling seminggu sekali ketemu sambil ngasih uang jajan dari Pak Iwan,” tutup Suharto. Prihatsari

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.