SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Manuver menyalip yang diduga dilakukan tanpa konsentrasi penuh berubah menjadi petaka di Jalan Jogja-Solo, Kalasan, Sleman. Sebuah Toyota Kijang justru masuk ke jalur kendaraan dari arah berlawanan hingga menghantam truk box Fuso Hino secara frontal.
Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Jogja-Solo Km 15,5, Dusun Bogem, Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
Benturan keras membuat bagian depan Toyota Kijang mengalami kerusakan cukup parah. Pengemudinya, WF (30), warga Sentolo, Kulon Progo, mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis di RS PDHI Kalasan.
Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan, kecelakaan bermula ketika Toyota Kijang yang dikemudikan WF bergerak dari arah Yogyakarta menuju Solo.
Saat melaju di jalur cepat, WF kemudian berusaha melewati kendaraan yang berada di depannya. Namun, dalam proses tersebut, kendaraan yang dikemudikannya justru bertabrakan dengan truk Fuso Hino yang datang dari arah sebaliknya.
“Pengemudi diduga kurang berkonsentrasi sehingga kendaraan membentur truk Fuso yang melaju dari arah berlawanan,” ujar Argo.
Truk Fuso Hino itu dikemudikan EFY (43), warga Pademangan, Jakarta Utara.
Tabrakan frontal tersebut menyebabkan kedua kendaraan mengalami kerusakan. Toyota Kijang mengalami kerusakan paling parah pada bagian depan, sedangkan WF harus menjalani perawatan setelah mengalami luka akibat kecelakaan.
Polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan, memeriksa kondisi korban, mengamankan kendaraan yang terlibat, serta meminta keterangan dari para saksi.
Kedua kendaraan selanjutnya diamankan Satlantas Polresta Sleman untuk kepentingan penanganan perkara. Total kerugian materi akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp18 juta.
Argo mengingatkan pengemudi agar tidak memaksakan diri melakukan manuver mendahului ketika kondisi lalu lintas tidak memungkinkan.
“Kami mengimbau agar pengemudi tidak memaksakan diri untuk mendahului apabila situasi lalu lintas tidak memungkinkan, serta selalu memastikan jarak aman dengan kendaraan lain. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan,” kata Argo. [*] disarikan dari sumber berita media daring
