WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ada pemandangan berbeda setiap pagi di SMP Negeri 5 Wonogiri. Sebelum bel pelajaran berbunyi, para murid tidak langsung duduk di dalam kelas. Mereka justru menjalani berbagai kegiatan yang mengasah kemampuan membaca, berhitung, membangun karakter, memperkuat nilai religius, hingga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Inovasi tersebut diberi nama “Kaline Etan Mili Ngiri”, sebuah akronim dari Tingkatkan Literasi, Numerasi serta Kedisiplinan Murid melalui Inovasi Kembang Imogiri. Program ini menjadi langkah kreatif SMPN 5 Wonogiri dalam membangun budaya sekolah yang aktif, disiplin, berkarakter, sekaligus mendukung perjalanan sekolah menuju Adiwiyata Nasional.
Berdasarkan rilis yang diterima, Sabtu (1/8/2026), inovasi tersebut diprakarsai oleh Dewi Kustantini melalui program Kembang Imogiri (Kegiatan Pengembangan Diri SMP Negeri 5 Wonogiri). Program ini dirancang sebagai pembiasaan positif yang dilakukan setiap pagi sebelum proses belajar mengajar dimulai.
Yang membuat program ini menarik adalah setiap hari memiliki tema dan aktivitas berbeda sehingga murid tidak merasa jenuh. Seluruh kegiatan dikemas sistematis dari Senin hingga Sabtu dengan tujuan membangun karakter, meningkatkan kompetensi dasar, sekaligus menciptakan budaya sekolah yang sehat dan ramah lingkungan.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi:
✓ Pacarcina (Upacara Bendera Cinta Tanah Air) setiap hari Senin.
✓ Rasalima (Selasa Religi Spenma) yang memperkuat nilai-nilai spiritual.
✓ Gitarama (Rabu Literasi Spenma) untuk meningkatkan budaya membaca dan menulis.
✓ Tapekare (Kamis Pembiasaan Religi) sebagai penguatan karakter religius.
✓ Juwita (Jumat Sehat Adiwiyata) yang mengajak siswa menjaga kesehatan sekaligus kelestarian lingkungan.
✓ Tamus (Tari dan Musik Bersama) setiap Sabtu guna mengembangkan kreativitas dan bakat seni para murid.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya dibiasakan membaca buku dan menulis ringkasan, tetapi juga mengerjakan latihan numerasi, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, hingga memperkuat kehidupan spiritual sesuai agama masing-masing.
Bagi siswa beragama Islam, kegiatan pagi diisi dengan sholat dhuha berjamaah dan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an. Sementara siswa yang beragama lain juga mengikuti ibadah pagi sesuai keyakinannya masing-masing sehingga seluruh peserta didik memperoleh ruang pembinaan karakter yang seimbang.
Penggagas program, Dewi Kustantini, menjelaskan lahirnya Kaline Etan Mili Ngiri berawal dari keinginan menghadirkan kegiatan pagi yang tidak monoton namun mampu membentuk kebiasaan positif secara berkelanjutan.
“Kaline Etan Mili Ngiri lahir dari keinginan untuk menciptakan pembiasaan pagi yang berkesinambungan dan tidak membosankan bagi siswa. Dengan menyinergikan peningkatan literasi dan numerasi bersama nilai kedisiplinan dan kepedulian lingkungan, kegiatan ini diharapkan menjadi aliran kebaikan yang konsisten membentuk pola pikir positif murid. Pembiasaan terstruktur setiap hari ini dirancang agar tumbuh menjadi budaya hidup yang melekat pada diri setiap siswa, baik saat berada di sekolah maupun di luar sekolah,” jelas Dewi Kustantini.
Program tersebut mendapat dukungan penuh dari Kepala SMPN 5 Wonogiri, Pudi Sri Maryatmo. Menurutnya, inovasi ini sejalan dengan visi sekolah dalam membentuk generasi yang memiliki kecerdasan akademik, karakter kuat, religius, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.
“Program Kaline Etan Mili Ngiri melalui Kembang Imogiri sangat sejalan dengan visi sekolah dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berbudaya lingkungan. Keselarasan antara olah pikir, olah rasa, olah religi, dan kepedulian lingkungan ini menjadi modal mendasar dan energi baru bagi SMPN 5 Wonogiri untuk mantap melangkah menuju Sekolah Adiwiyata Nasional,” ujar Pudi Sri Maryatmo.
Implementasi program tersebut mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Kemampuan literasi dan numerasi para murid mengalami peningkatan, sementara kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan juga tumbuh semakin kuat.
Pembiasaan pagi yang variatif membuat siswa lebih antusias datang ke sekolah. Aktivitas belajar menjadi lebih hidup karena diawali dengan kegiatan yang membangun semangat, meningkatkan rasa percaya diri, mempererat kebersamaan antarmurid, serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif.
Melalui inovasi Kaline Etan Mili Ngiri, SMPN 5 Wonogiri menunjukkan peningkatan mutu pendidikan tidak selalu dimulai dari ruang kelas. Pembentukan karakter, budaya literasi, kemampuan numerasi, kecintaan terhadap lingkungan, hingga penguatan nilai-nilai religius dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Aris Arianto
