Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Literasi Gizi MBG Libatkan 3,5 Juta Guru, Mendikdasmen Klaim Tidak Tambah Beban Guru

Foto ilustrasi, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Hadiri Hari Bermuhammadiyah di Surakarta, Sebut Solo Kota yang Berkesan

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pelibatan ratusan ribu guru dalam program Literasi Gizi dan Keamanan Pangan untuk mendukung pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai perhatian. Pemerintah memastikan program tersebut tidak akan berubah menjadi tambahan pekerjaan bagi guru di sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, guru hanya dilibatkan dalam konteks penguatan edukasi dan pembentukan karakter siswa, bukan untuk menjalankan tugas teknis program MBG.

“Jadi tidak ada penambahan beban tugas guru sama sekali,” kata Mu’ti ditemui di kompleks Parlemen, Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Mu’ti menjelaskan, edukasi mengenai makanan sehat dan bergizi sebenarnya sudah menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Karena itu, kehadiran program literasi gizi di sekolah dinilai sejalan dengan konsep Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dikembangkan Kemendikdasmen melalui Cerdas Berkarakter.

Tujuh kebiasaan tersebut mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Persoalannya, menurut Mu’ti, kebiasaan makan sehat dan bergizi belum sepenuhnya menjadi bagian dari proses pendidikan di sekolah. Selama ini, makanan MBG lebih banyak berhenti pada proses distribusi kepada siswa penerima manfaat.

“(Selama ini ) tidak ada pendampingan dari guru agar makan bergizi gratis menjadi bagian dari pendidikan karakter,” ucap Mu’ti.

Dengan demikian, pemerintah ingin menggeser pola pelaksanaan MBG dari sekadar persoalan penyediaan makanan menjadi bagian dari proses edukasi. Guru diharapkan membantu siswa memahami pentingnya kandungan gizi serta keamanan makanan yang mereka konsumsi.

Program tersebut mulai dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kemendikdasmen sejak Rabu, 12 Agustus 2026. Pada tahap awal, sebanyak 658.300 guru dan tenaga pendidik di tiga wilayah menjadi sasaran program.

Jumlah tersebut terdiri atas 53.831 guru di Jakarta, 492.944 guru di Jawa Barat, dan 111.525 guru di Banten.

Jumlah itu masih jauh dari sasaran akhir pemerintah. Kepala BGN Sudaryono menyebut program Literasi Gizi dan Keamanan Pangan ditargetkan dapat menjangkau sekitar 3,5 juta guru di seluruh Indonesia.

Menurut Sudaryono, guru memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan siswa di sekolah. Peran mereka diharapkan bukan sekadar memastikan makanan MBG sampai dan disantap siswa, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai manfaat makanan bergizi.

“Jadi bukan hanya menyediakan makanan,” ucapnya.

Pernyataan pemerintah bahwa program tersebut tidak menambah beban guru sekaligus menjadi penegasan bahwa literasi gizi tidak dimaksudkan sebagai pekerjaan tambahan di luar fungsi pendidikan. Namun, efektivitas program tersebut pada akhirnya akan sangat bergantung pada bagaimana pelibatan guru diterjemahkan dalam praktik di sekolah. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Exit mobile version