SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bulan purnama dalam perayaan Mid-Autumn Festival atau Festival Musim Gugur selalu menjadi simbol kebersamaan. Pada momentum inilah keluarga, kerabat, dan orang-orang terdekat berkumpul, berbagi cerita, sekaligus menikmati mooncake, sajian khas yang telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Tionghoa.
Tradisi tersebut kembali dihadirkan Grand Candi Hotel Semarang melalui sajian mooncake yang telah menjadi bagian dari perjalanan kuliner hotel selama hampir tiga dekade.
Menyambut Mid-Autumn Festival 2026, Grand Candi Hotel menghadirkan delapan pilihan rasa mooncake yang memadukan varian klasik dengan sentuhan cita rasa modern.
Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, Festival Musim Gugur dirayakan saat bulan purnama dan menjadi salah satu momentum penting untuk berkumpul bersama keluarga. Pada 2026, puncak perayaan Mid-Autumn Festival jatuh pada 25 September.
Mooncake pun menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi tersebut. Tidak sekadar disantap bersama, kue khas ini juga kerap dijadikan hantaran untuk keluarga, kerabat, hingga kolega sebagai simbol kebersamaan dan harapan baik.
Tradisi mooncake juga lekat dengan berbagai legenda dalam kebudayaan Tionghoa. Salah satu yang paling dikenal adalah kisah Chang’e, dewi bulan yang dipercaya tinggal di bulan setelah meminum ramuan keabadian. Legenda tersebut turut memperkuat hubungan antara bulan purnama, mooncake, dan tradisi berkumpul yang terus dipertahankan hingga kini.
Tahun ini, Grand Candi Hotel Semarang menghadirkan delapan varian mooncake, yakni Lotus Seed Almond, Pandan Almond, Black Sesame Almond, Red Bean Almond, Lotus Seed with Egg Yolk, Red Bean with Egg Yolk, Pandan with Premium Cheese, serta Black Sesame with Premium Chocolate.
Selain menawarkan beragam pilihan rasa, mooncake Grand Candi juga memiliki karakter tersendiri melalui ukurannya yang relatif besar, kulit yang lembut, serta isian yang tebal.
Azkar Rizal Muhammad, Marcomm Manager Grand Candi Hotel Semarang, mengatakan mooncake menjadi salah satu sajian yang terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai bagian dari perjalanan kuliner hotel.
“Kami menggunakan resep yang terus disempurnakan dan dijaga kualitasnya selama hampir 28 tahun. Bahan-bahan yang kami gunakan untuk membuat mooncake juga dijamin halal, sehingga mooncake Grand Candi dapat dinikmati oleh semua kalangan,” ungkap Azkar, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.
Bagi masyarakat yang ingin menjadikan mooncake sebagai hantaran, Grand Candi Hotel juga menyediakan paket berisi empat buah mooncake. Sajian tersebut dikemas dalam kotak khusus, dengan pilihan varian rasa yang dapat disesuaikan.
Program Mooncake Grand Candi Hotel Semarang tersedia hingga 1 Oktober 2026.
Melalui sajian tersebut, Grand Candi Hotel tidak hanya menghadirkan pilihan kuliner untuk menyambut Mid-Autumn Festival, tetapi juga menjaga tradisi yang telah menjadi bagian dari perjalanan hotel selama puluhan tahun.
Di tengah perubahan selera dan hadirnya berbagai inovasi kuliner, mooncake tetap mempertahankan maknanya sebagai simbol kebersamaan, berbagi, dan harapan baik yang selalu menyertai datangnya bulan purnama. [*]
