Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Tiga Mahasiswa DKV ISI Surakarta Go Internasional, Karya Poster Dipamerkan di Irak

Tiga mahasiswa Program Studi DKV ISI Surakarta, Muhammad Fadli Rabbani, Gadang Akbar Sofyan Riskyananda, dan Rizky Achmad Ramadhan, menunjukkan karya poster mereka yang lolos kurasi dan dipamerkan dalam TTAH (Things That Almost Happened) 2026 - Virtual Exhibition di Irak | Foto: Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Tiga mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, membawa karya mereka menembus panggung internasional. Ketiganya terpilih mengikuti TTAH (Things That Almost Happened) 2026 – Virtual Exhibition, sebuah pameran virtual internasional yang digelar di Irak.

Ketiga mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa angkatan 2025, yakni Muhammad Fadli Rabbani, Gadang Akbar Sofyan Riskyananda, dan Rizky Achmad Ramadhan. Karya mereka berhasil lolos setelah melalui proses submit dan kurasi dalam kategori Desain Grafis.

Dalam pameran yang dibuka secara daring sejak 15 September 2026 tersebut, karya ketiganya bersanding dengan ratusan karya desainer dari berbagai belahan dunia. Tercatat terdapat 308 karya dari 202 peserta yang berasal dari 38 negara, di antaranya Belarus, Yunani, China, Kolombia, Mesir, India, Ekuador, dan Hungaria.

Keterlibatan tiga mahasiswa tersebut sekaligus menunjukkan bahwa eksplorasi desain visual yang lahir dari lingkungan akademik di Solo mampu mendapat ruang dalam forum kreatif berskala internasional.

Muhammad Fadli Rabbani tampil melalui karya berjudul Crossed Line. Menggunakan pendekatan digital illustration, ia menghadirkan dua siluet manusia yang berjalan melintasi garis-garis diagonal menyerupai zebra cross dengan arah berlawanan.

Visual tersebut menjadi simbol dua perjalanan hidup yang saling bersinggungan, tetapi tidak pernah benar-benar bertemu dalam satu arah. Permainan visual itu menjadi cara Fadli menyampaikan gagasan mengenai dua takdir yang berjalan beriringan namun akhirnya memilih jalannya masing-masing.

Sementara itu, Gadang Akbar Sofyan Riskyananda mengusung karya bertajuk Start Now. Poster tersebut berbicara mengenai kesempatan yang datang, tetapi tidak segera dimanfaatkan.

Waktu terus bergerak, sedangkan seseorang yang terlalu lama menunda justru berisiko kehilangan kesempatan yang ada di hadapannya. Melalui karya tersebut, Gadang ingin menggambarkan bahwa kegagalan terkadang bukan semata karena kesempatan tidak datang, melainkan karena seseorang terlambat mengambilnya.

Adapun Rizky Achmad Ramadhan menghadirkan karya berjudul Think It. Karya ini mengangkat refleksi mengenai kesempatan, pilihan, dan konsekuensi dari sebuah keputusan.

Melalui pendekatan visual yang dirancang untuk mengajak audiens berhenti sejenak dan berpikir, Rizky menyampaikan pesan bahwa setiap kesempatan membutuhkan kesadaran sebelum tindakan dilakukan. Waktu yang terus berjalan membuat kesempatan tidak selalu tersedia untuk kedua kalinya.

Dalam proses penciptaan ketiga karya tersebut, para mahasiswa mendapat pendampingan dari Basnendar Herry Prilosadoso, dosen Program Studi DKV ISI Surakarta. Pendampingan dilakukan sejak penggalian ide, pengembangan konsep, proses eksekusi visual, hingga penyelesaian karya.

Muhammad Fadli Rabbani, mewakili kedua rekannya, mengaku bersyukur karya yang mereka hasilkan dapat terselesaikan sesuai konsep yang direncanakan dan akhirnya mendapat kesempatan tampil dalam pameran internasional.

Menurut dia, sebagaimana dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews, pengalaman tersebut menjadi dorongan bagi mereka untuk terus mengembangkan kemampuan dalam visual storytelling maupun eksplorasi tipografi.

Ia juga berharap karya yang ditampilkan tidak berhenti sebagai pencapaian personal, tetapi mampu menyampaikan pesan secara emosional kepada pengunjung pameran.

Ke depan, Fadli dan kedua rekannya ingin terus memperluas eksplorasi desain visual serta lebih aktif mengikuti berbagai pameran, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Kaprodi DKV ISI Surakarta M Harun Rosyid Ridlo menyatakan dukungannya terhadap kiprah mahasiswa dalam berbagai ajang kreatif, termasuk kesempatan untuk mempresentasikan karya di forum internasional.

Menurut dia, pencapaian tersebut tidak hanya menjadi pengalaman bagi tiga mahasiswa yang terlibat, tetapi juga dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa DKV lainnya untuk terus berkarya dan berani membawa karya mereka ke ruang yang lebih luas.

Kalau Bro mau, berita ini juga bisa kita naikkan kelas menjadi feature ringan dengan pembuka yang lebih “bercerita”, misalnya dimulai dari perjalanan sebuah poster dari meja mahasiswa DKV di Solo hingga akhirnya dipajang bersama karya dari 38 negara. Itu bisa terasa lebih hidup daripada format rilis kampus biasa. [*]

 

Exit mobile version