
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mulai melakukan digitalisasi koleksi manuskrip yang tersimpan di Sasana Pustaka.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga naskah kuno dari kerusakan sekaligus membuka akses pengetahuan bagi masyarakat dan peneliti.
Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, mengatakan program digitalisasi tersebut telah dirancang sejak sekitar 1,5 tahun lalu. Pelaksanaannya baru dimulai setelah seluruh proses administrasi rampung.
“Hari ini kita mengadakan selamatan untuk mulainya proyek digitalisasi yang akan dilakukan atau dibantu oleh Manasa Pusat, Manasa Surakarta dan Perpustakaan Nasional,” ungkap Gusti Moeng, Senin, (28/09).
Program tersebut nantinya melibatkan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam proses pelaksanaannya.
Lebih lanjut, Gusti Moeng menjelaskan, koleksi yang berada di Sasono Pustoko memiliki sejarah panjang. Perpustakaan tersebut didirikan oleh Sinuhun Pakubuwono X pada 1920.
Saat itu, berbagai koleksi yang sebelumnya tersebar dikumpulkan menjadi satu di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta.
Sebagian koleksi kemudian dipindahkan ke Perpustakaan Radyapustaka pada 1926.
Sementara itu, Perwakilan Manasa Pusat, Aris Riyadi, mengatakan digitalisasi dilakukan melalui proyek EAP 1830 dari Endangered Archives Programme (EAP) yang dicanangkan British Library dengan pendanaan dari Arcadia Foundation.
Proyek tersebut akan berlangsung sekitar dua tahun. Aris mengatakan target digitalisasi mencapai sekitar 210 manuskrip atau sekitar 21.000 halaman.
“Proyeknya cukup komprehensif. Jadi tidak hanya kita akan mendigitalkan, tidak hanya kita akan memotret atau mengambil informasinya, tetapi kita juga akan melestarikan secara fisik,” ujarnya.
Menurut Aris, kondisi fisik sebagian manuskrip menjadi perhatian sehingga digitalisasi juga dibarengi upaya konservasi.
Prosesnya akan diawali dengan pelatihan bagi tim yang terlibat, termasuk penyusunan metadata atau katalog. Setelah itu dilakukan pemotretan lembar demi lembar manuskrip.
Hasil digitalisasi nantinya akan disimpan di Keraton Surakarta, Perpustakaan Nasional sebagai archival partner, serta British Library.
Dengan demikian, koleksi tersebut diharapkan tetap memiliki salinan apabila terjadi kerusakan terhadap naskah fisik yang berada di keraton.
Abdi Dalem Sasono Pustoko, Kanjeng Raden Aryo Tumenggung Suparjo Dwijonagoro, mengatakan manuskrip yang tersimpan tidak hanya membahas budaya Jawa.
Menurutnya, berbagai disiplin ilmu dapat ditemukan dalam koleksi tersebut, mulai dari sejarah, agama, filsafat, kesenian, sastra, arsitektur, pengobatan, primbon hingga pertanian.
“Semua itu sebetulnya aspek seluruh kebutuhan manusia di dalam naskah itu sudah ada,” katanya.
Ia berharap naskah-naskah yang kondisinya mulai memprihatinkan dapat sekaligus dikonservasi dan direparasi agar lebih awet. Ando
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














