Beranda Daerah Sragen Kebakaran di Klandungan Sragen, Rumah Bapak Anak Dilalap Kobaran Api. Warga Berhamburan...

Kebakaran di Klandungan Sragen, Rumah Bapak Anak Dilalap Kobaran Api. Warga Berhamburan Bantu Pemadaman

Ilustrasi kebakaran. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kebakaran hebat terjadi di Dukuh Macan mati, Desa Klandungan, Ngrampal, Sragen, Rabu (20/10/2021) petang.

Rumah bapak anak bernama Darso (75) dan Sumarni (45) hangus dilalap kobaran api. Rumah sang anak yang berkonstruksi tembok, plafonnya bagian belakang ambrol sedangkan rumah bapaknya hangus bagian dapur dan kandang.

Data yang dihimpun di lapangan, musibah itu terjadi pukul 17.00 WIB. Kobaran api diduga kali pertama berasal dari bagian kandang yang ada di antara rumah Sumarni dan rumah bapaknya.

Kondisi kandang yang penuh jerami kering membuat kobaran api kian menjadi.

Api kemudian menyambar bagian belakang rumah sang anak dan bagian dapur milik bapaknya.

Seketika korban langsung berteriak minta tolong hingga membuat warga sekitar berhamburan. Mereka berjibaku membantu melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.

Baca Juga :  SMK Negeri 1 Plupuh Sragen Gembleng Mental dan Karakter Siswa Tangguh Bertajuk Jalan Ninja SKANIP Melalui Penyebaran Sepuluh Kebijakan

Namun kobaran api belum bisa dijinakkan. Tak lama berselang mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk membantu menjinakkan api.

“Rumah bapak dan anaknya itu letter L. Belum diketahui apakah sumbernya dari korsleting atau dari diang di kandang. Yang jelas api dari bagian tengah kemudian menyambar dapur milik Mbah Darso dan membakar bagian belakang rumah Sumarni. Rumah anaknya loji, plafon bagian belakang ambrol karena terbakar,” papar Kadus Klandungan, Suprapto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (20/10/2021).

Kadus Suprapto memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Hingga malam ini pukul 19.45 WIB, mobil pemadam masih berjibaku memadamkan api di bagian kandang.

Baca Juga :  Optimalkan Swasembada Pangan, Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi Bersama Bhayangkari Kelola Lahan P2L

Kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 juta. Wardoyo