Beranda Daerah Sragen Bawa Ratusan Ekor Anjing Untuk Dijagal, Truk Nopol AD 811 E Diburu...

Bawa Ratusan Ekor Anjing Untuk Dijagal, Truk Nopol AD 811 E Diburu Polisi dan Warganet !!

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sejumlah komunitas pecinta hewan saat ini tengah dibikin geram dengan ulah seorang sopir truk di jalan tol membawa ratusan ekor Anjing untuk disetorkan ke jagal di wilayah Sragen, Solo dan sekitarnya.
Kasus dugaan ratusan ekor Anjing dibawa ke tempat jagal itu terjadi di sepanjang jalan Tol Cirebon-Semarang dan menghilang di wilayah kabupaten Sragen.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM truk muatan Anjing tersebut bernopol AD 811 E yang diduga di wilayah kecamatan Gemolong.
Video viral tersebut pertama kali di unggah oleh akun Instagram @animals_hopeshelterindonesia beberapa hari lalu, dalam postingannya tersebut sang admin menuliskan “Ratusan anjing diduga akan dibawa ke rumah potong dari arah Cirebon ke arah Semarang. Please help ada yang punya kontak jasa marga tol Cikopo Palimanan ?”.

Baca Juga :  Kronologi Kebakaran Pabrik Bahan Sepatu di Kalijambe, Sragen, Polisi Masih Melakukan Penyelidikan Penyebab Kebakaran

Postingan itu juga langsung ramai mendapatkan respon dari warganet dengan 240 komentar, 1.519 suka sejak pertamakali di posting dua hari lalu.

Dihubungi JOGLOSEMARNEWS.COM Kapolres Sragen AKBP Jamal Alam melalui Kasat Reskrim polres Sragen AKP Wikan Sri Kadiyono mengaku sudah menerima laporan terkait dengan dugaan kasus yang masuk wilayah Kabupaten Sragen tersebut.

“Laporan sudah kami terima, belum kita temukan, untuk lokasi belum bisa memastikan masih dalam proses penyelidikan,” kata AKP Wikan Sri Kadiyono, Selasa (26/12/2023).

Menurut Wikan, pihaknya akan terus menyelidiki kasus ini guna memastikan apakah tempat tersebut benar dipakai untuk tempat jagal anjing. Tentunya dengan terus menggali informasi, termasuk meminta keterangan para warga yang tinggal di sekitar lokasi tersebut.

Baca Juga :  Breaking News! Kebakaran Pabrik Bahan Sepatu di Kalijambe Sragen, Proses Pemadaman Api masih berlanjut

Huri Yanto