Beranda Daerah Sragen Gara-gara Cek Sound System Jadi Cek Cok, Pengusaha di Tanon Sragen...

Gara-gara Cek Sound System Jadi Cek Cok, Pengusaha di Tanon Sragen Ngaku Dimaki Oknum RT Pakai Kata-kata Kasar

Perselisihan antar warga kembali timbul di Kabupaten Sragen. Kali ini, Sigit Diantoro (32) seorang pengusaha sound system bernama GRG Audio asal Dukuh Gabusan RT 21, Desa Tanon, Kecamatan Tanon, Sragen, Jawa Tengah

​SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Perselisihan antar warga kembali timbul di Kabupaten Sragen. Kali ini, Sigit Diantoro (32) seorang pengusaha sound system bernama GRG Audio asal Dukuh Gabusan RT 21, Desa Tanon, Kecamatan Tanon, Sragen, Jawa Tengah mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan serta makian kata-kata kasar dari oknum ketua RT setempat.
​
Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM ​Insiden tersebut terjadi saat Sigit bersama rekannya tengah melakukan uji coba perbaikan (cek sound) peralatan sound system miliknya pada Rabu (30/9/2026) usai waktu salat Dzuhur.

​Sigit menceritakan, peristiwa bermula ketika ia baru saja memperbarui komponen perangkat alat sound-nya. Saat uji coba musik belum selesai memutar satu lagu, oknum ketua RT berinisial (KO) mendatangi rumahnya. ​Oknum RT tersebut datang tanpa mengucap salam dan langsung melontarkan makian dengan kata-kata kasar kepada Sigit.

​”Datang ke depan rumah langsung misuh-misuh (memaki), ngomong ‘utekmu bosok, asu’ (otakmu busuk, anjing). Alasannya karena ada tetangga yang punya bayi dan sedang sakit. Padahal waktu itu saya cuma tes sebentar karena habis dandan (perbaikan) mau dipakai hajatan,” kata Sigit pada JOGLOSEMARNEWS.COM Kamis (1/10/2026).

​Mendengar umpatan tersebut, Sigit berusaha meredam situasi dan menanyakan tetangga mana yang merasa terganggu. Namun, saat ditelusuri dan dikumpulkan, warga tetangga sekitar justru mengaku tidak merasa keberatan dan memahami kegiatan perbaikan alat tersebut.
​Sigit juga menyayangkan aksi oknum RT tersebut karena dilakukan di hadapan tamu dan para pekerjanya yang berada di lokasi.

Menurutnya, perlakuan tersebut berulang dan disinyalir dipicu rasa cemburu sosial terhadap usaha sound system yang ia jalankan selama ini.

Baca Juga :  ​Iseng Bernyanyi Saat KKN di Sragen, Mahasiswa Unisri Solo Bernama Aldo Viral di TikTok Videonya Ditonton Hampir Satu Juta Kali

​”Saya cek sound itu tidak setiap hari. Kalau tidak ganti alat ya tidak cek sound, karena cek sound juga butuh biaya solar. Kalau ada masalah kan bisa dibicarakan baik-baik, bukan datang langsung memaki di depan rumah,” tegasnya.

​Masalah ini sebenarnya telah dimediasi oleh pihak pemerintah desa setempat, termasuk dihadiri oleh L
lurah dan bayan. Meski demikian, Sigit menyebut oknum Ketua RT tersebut belum menyampaikan permohonan maaf maupun merasa bersalah atas tindakan penyampaian kata-kata kasarnya.

​Atas kejadian itu, Sigit mendesak agar oknum ketua RT tersebut bersikap ksatria untuk mundur atau dilengserkan dari jabatannya. Ia menegaskan siap mendatangi dan meminta maaf secara personal ke seluruh rumah warga se-RT jika memang keberadaan aktivitas usahanya mengganggu kenyamanan.

“Karena ini perbuatan tidak menyenangkan di muka umum mas, saya akan melaporkan ke pihak kepolisian,” bebernya.

Menyikapi persoalan tersebut JOGLOSEMARNEWS.COM mencoba konfirmasi oknum ketua RT berinisial KO tersebut melalui sambungan telpon dan pesan WhatsApp, akan tetapi pihak ketua RT tersebut tidak merespon konfirmasi dari JOGLOSOMARNEWS.COM

Terpisah, dihubungi JOGLOSOMARNEWS.COM Kepala Desa (Kades) Tanon, Luqman Hakim, memberikan klarifikasi terkait perselisihan antar warga yang dipicu oleh aktivitas uji coba suara (sound system di wilayahnya.

​Lukman menceritakan, peristiwa perselisihan tersebut terjadi pada siang hari setelah ibadah Salat Dzuhur, sekitar pukul 12.30 WIB. Insiden bermula saat pemilik sound system, Sigit, mendatangi kantor desa untuk mengadukan tindakan Ketua RT setempat yang diduga menyampaikan ujaran kebencian atau kata-kata kurang menyenangkan saat menegur dirinya.

​”Waktu itu saya sedang ada agenda rapat Zoom, sehingga saya mengutus Pak Bayan dan Pak Carik yang kebetulan satu RT untuk mengecek dan mengonfirmasi kejadian tersebut langsung kepada Pak RT setempat,” ujar Lukman Hakim saat dikonfirmasi.

Baca Juga :  Limbah Dapur MBG Gabugan Tanon Sragen Dikeluhkan Warga, Air Berbau Tak Sedap di Aliran Sungai

​Meski demikian, terdapat perbedaan keterangan dari kedua belah pihak terkait cara penyampaian teguran tersebut. Pihak RT mengaku telah menegur secara baik-baik, sementara pemilik sound system merasa teguran yang disampaikan menggunakan bahasa yang kurang pantas.

Hal ini mengarah pada tuntutan dari pemilik sound system yang mendesak agar Ketua RT dicopot dari jabatannya.

​Menanggapi desakan tersebut serta tensi yang sempat memanas, Lukman menegaskan bahwa pihak Pemerintah Desa Tanon berkoordinasi dengan aparat Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk mengedepankan langkah mediasi kekeluargaan di tingkat desa.

​”Sesuai komitmen kami dengan pihak Polsek, setiap permasalahan warga akan dikembalikan sementara ke tingkat desa untuk diposisikan dan dimediasi secara kekeluargaan,” jelas Lukman.

​Saat ini, pihak Pemerintah Desa Tanon masih mengumpulkan keterangan lebih mendalam dari perangkat desa yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan situasi benar-benar kondusif dan mendapatkan solusi terbaik bagi kedua belah pihak. Huri Yanto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.