Beranda Umum Nasional   Isu Jenderal Polri Ditangkap Gegara Penyadapan, Ini Jawaban Kejagung dan...

  Isu Jenderal Polri Ditangkap Gegara Penyadapan, Ini Jawaban Kejagung dan Mabes Polri

Ilustrasi gedung Kejaksaan Agung RI | Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah keras kabar yang menyebut lembaganya telah mengamankan sejumlah pejabat tinggi Polri. Bantahan tersebut muncul di tengah merebaknya isu penangkapan sejumlah jenderal polisi yang dikaitkan dengan dugaan penyadapan percakapan petinggi negara.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menegaskan tidak ada pejabat tinggi Polri yang diamankan oleh pihaknya sebagaimana kabar yang beredar di media sosial.

“Tidak ada dan tidak benar,” kata Anang saat dikonfirmasi, Selasa (3/11/2026).

Isu tersebut belakangan menjadi perbincangan setelah muncul sejumlah unggahan di media sosial yang mengaitkan penangkapan petinggi Polri dengan persoalan penyadapan. Bahkan, sebuah akun TikTok menyebarkan informasi yang menyebut mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ditangkap Kejagung.

Unggahan tersebut turut menampilkan foto Listyo Sigit disertai judul yang mengesankan bahwa mantan orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu telah ditangkap.

Di tengah simpang siur informasi tersebut, Mabes Polri juga akhirnya angkat bicara. Namun, institusi kepolisian belum memberikan penjelasan secara gamblang mengenai kabar penangkapan sejumlah perwira tinggi berpangkat inspektur jenderal (irjen) atau jenderal bintang dua.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Bongkar Kejanggalan Administrasi RS, Pasien Diare Dicatat Dehidrasi Berat hingga Masuk ICU

Isu itu mencuat setelah konsultan militer Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) menyinggung dugaan penangkapan sejumlah jenderal melalui akun Instagram-nya.

Meski tidak mengungkap identitas maupun jumlah perwira yang dimaksud, ISDS mempertanyakan kebenaran kabar bahwa sejumlah jenderal harus mendekam di tahanan akibat terbukti menyadap percakapan petinggi Republik Indonesia.

“Guys, benarkah ada sejumlah jenderal yang dijebloskan ke sel, karena terbukti menyadap percakapan petinggi RI?”

Informasi yang beredar menyebutkan sejumlah perwira tinggi Polri tersebut ditangkap personel Brigade Mobil (Brimob) dan dibawa ke Markas Komando (Mako) Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir belum bersedia memberikan keterangan terperinci ketika dikonfirmasi wartawan mengenai kabar tersebut.

Namun, Isir mengisyaratkan bahwa pihaknya mengetahui isu yang tengah menjadi pembicaraan di kalangan awak media. Ia bahkan mengakui memahami adanya pembicaraan di antara para wartawan mengenai persoalan tersebut.

“Saya paham rekan-rekan lagi (kasak-kusuk membicarakan sesuatu),” ujar Isir di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Isir menyatakan Polri akan memberikan informasi mengenai persoalan yang tengah menjadi perhatian tersebut. Kendati demikian, ia belum mengungkap siapa saja pihak yang dikabarkan ditangkap ataupun perkara yang melatarbelakanginya.

Baca Juga :  Dokumen Pendidikan Gibran Tak Kunjung Dibuka, Denny Indrayana Siap Laporkan Kemendikdasmen

“Nanti ada saatnya, ya. Mungkin ndak lama lagi, ya. Oke, makasih ya,” jelas Isir sambil tersenyum.

Sementara itu, sejumlah wartawan mengaku melihat personel Brimob mendatangi kawasan Mabes Polri pada Senin (2/11/2026) sore hingga malam. Kehadiran personel pasukan elite Polri tersebut disebut tidak lazim dan semakin memunculkan tanda tanya di tengah beredarnya isu penangkapan para jenderal.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang mengungkap secara utuh duduk perkara kabar tersebut.  [*]   Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.