loading...
Loading...
Ilustrasi . Foto/Tribunnews

JAKARTA- Kasus video porno antara pentolan grup band Peterpan (kini berubah jadi Noah), Ariel Nazriel Irham dan dua artis cantik, Luna Maya dan Cut Tari kembali muncul ke publik. Meski Ariel sudah divonis dan menjalani hukuman penjara, kini muncul gugatan praperadilan atas kejelasan perkara Cut Tari dan Luna Maya.

Juru bicara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Achmad Guntur menjelaskan perihal permohonan gugatan praperadilan terhadap nasib status tersangka pornografi artis Luna Maya dan Cut Tari Aminah Anasya. “Proses gugatan saat ini masih berjalan dan dijadwalkan dihasilkan putusan pada Selasa 7 Agustus 2018,” katanya Sabtu (4/8/2018).

Baca Juga :  Dinkes Selidiki Kasus Dugaan Pemberian Obat Kedaluwarsa di Puskesmas Cepu

Achmad menuturkan, pemohon gugatan adalah sebuah organisasi bernama Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI). Lembaga ini meminta Kapolri sebagai Termohon I dan Jaksa Agung (Termohon II) mengumumkan kejelasan status tersangka Luna Maya dan Cut Tari.

Dalam berkas gugatan praperadilan yang teregistrasi nomor 70/Pid.Pra/2018/PN JKT.SEL pada Selasa, 5 Juni 2018, disebutkan  bahwa status Luna Maya dan Cut Tari hingga kini tidak jelas. Sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 2010, perkara Luna Maya dan Cut Tari tak kunjung diproses ke pengadilan.

LP3HI juga meminta hakim PN Jakarta Selatan meninjau kesahihan pemberhentian penyidikan. Hal itu jika benar polisi telah mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan alias SP3.

Baca Juga :  Sepasang Kekasih yang Dicokok Sedang Berpelukan di Kamar Itu Pengedar Sabu

“Dalam hal ini bertindak selaku pihak ketiga mengajukan permohonan praperadilan sah tidaknya penghentian penyidikan, juga terhadap para tersangka yang harus menanggung status perkara tanpa ada kejelasan kapan perkaranya diperiksa pengadilan,” seperti tertulis dalam berkas perkara LP3HI.

Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) menetapkan Nazriel Irham alias Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari sebagai tersangka pornografi pada 2010. Ketiganya harus berurusan dengan penegak hukum setelah video porno yang mereka perankan beredar di internet.

Baca Juga :  Melawan Petugas, Bandar Narkoba Ini Tewas Diterjang Timah Panas

Berkas Luna Maya dan Cut Tari sempat diserahkan ke kejaksaan. Namun, jaksa menganggap berkas belum lengkap alias P19 sehingga dikembalikan ke Mabes Polri.

Sedang pada Januari 2011, hakim Pengadilan Negeri Bandung memvonis Ariel bersalah. Pelantun album di antaranya Bintang di Surga itu dianggap terbukti melakukan tindak pidana membantu penyebaran serta membuat dan menyediakan pornografi.

Hukumannya, Ariel Peterpan–kini Ariel Noah–harus mendekam di penjara selama tiga tahun enam bulan dan membayar denda Rp 250 juta. Sementara perkara Luna Maya dan Cut Tari tidak memiliki kejelasan hingga saat ini.

www.tempo.co

Iklan
Loading...