loading...


Tim Polsek Sumberlawang saat mengecek rumah ambruk puting beliung di Dukuh Tanjungsari, Jati, Sumberlawang, Kamis (25/1/2018). Sumber/FB

SRAGEN– Tak hanya di Tanon, musibah angin puting beliung juga menyapu Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kamis (25/1/2018) petang. Sedikitnya 28 keluarga menjadi korban karena rumah mereka mengalami kerusakan akibat terjangan angin berkekuatan besar itu.

Angin menerjang hampir bersamaan dengan yang terjadi di Desa Gading,  Tanon yakni sekira pukul 14.00 WIB. Angin juga menerjang di tengah hujan deras yang mengguyur.

Data yang dihimpun dari warga dan Koramil setempat mencatat terjangan angin melanda empat wilayah rukun tetangga (RT) yang letaknya berderet di Dukuh Tanjungsari, Desa Jati.

Baca Juga :  Geber Pemberdayaan, Kemensos Targetkan 8 % dari 10 Juta Keluarga Penerima PKH Bisa Naik Status di Akhir 2018 

Masing-masing di RT 4, 5, 6 dan 7. Wilayah RT 4 menjadi yang terparah dengan total ada 21 rumah warga yang mengalami kerusakan.

Sedangkan RT 7, ada empat rumah warga yang mengalami kerusakan. Lantas tiga rumah tersisa yang ikut rusak berlokasi di RT 5 dan 6.

“Tapi mayoritas hanya rusak ringan hingga sedang. Cuma gentingnya ngglorog dan rontok diterjang angin. Tidak ada yang sampai roboh atau rusak berat, ” papar Kapolsek Sumberlawang,  AKP I Ketut Putra, Kamis (25/1/2018).

Mewakili Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman,  Ketut menguraikan tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Pun dengan kerusakan infrastruktur juga nihil.

Baca Juga :  Kisah Pilu Kecelakaan Maut 2 Tewas di Tol Sragen-Ngawi. Lolos Dari Maut, Bulan Bocah 12 Tahun Harus Kehilangan Sang Ibu

Hanya saja mengenai perhitungan keruguan materiil,  diperkirakan mencapai Rp 10 juta.  Ia memastikan tak sampai ada warga yang harus diungsikan.  Sedangkan untuk evakuasi puing dan reruntuhan,  direncanakan digelar besok (Jumat,  26/1/2017).

“Karena ini sudah malam dan gelap. Kita akan segera koordinasi dengan elemen Muspika dan desa setempat untuk kerja bhakti besok, ” tukasnya.

Sementara,  salah satu tokoh Jati,  Agus mengatakan selain merusak puluhan rumah, angin juga menumbangkan pohon turus jalan maupun di pekarangan warga.

“Nggak ada yang sampai roboh. Hanya gentingnya yang kabur,  pecah dan ngglorog kena angin. Tadi sebagian yang nggak parah sudah dibenahi sendiri,” ucapnya. Wardoyo

Loading...