loading...

Pasiter Kodim Sragen saat memberikan materi pelatihan Kebhinekaan kepada puluhan guru muhammadiyah se-Sragen. Foto/JSnews

SRAGEN– Sebanyak 53 guru Muhammadiyah se-Kabupaten Sragen mendapat kesempatan mengikuti pelatihan Jaya Melati-I gerakan Kepanduan Hizbul Wathan. Gerakan itu salah satunya diisi dengan pembekalan yang diberikan oleh Pasiter Kodim 0725/Sragen Kapten Inf Mastha Hari Yudha mewakili Dandim Sragen, Letkol Arh Camas Sigit.

Para guru muhammadiyah itu diberikan materi nilai bela negara dan Bhineka Tunggal Ika di Gedung Dakwah Muhammadiyah Dukuh Dulas, Desa Pantirejo, Sukodono.

Dalam arahannya,  Pasiter menyampaikan Bhineka Tunggal Ika mengandung tiga komponen dasar. Diantaranya toleransi yang sering menjadi pemicu intolerant/konflik diantaranya Agama SBG contoh di Ambon, budaya juga termasuk pemicu konflik sebagai contoh di Sampit.

“Toleransi bisa diimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari seperti dialog, pendidikan dan kekayaan seni budaya,” paparnya.

Nilai kedua adalah keadilan dalam arti jujur, ikhlas, dan tidak berat sebelah, tidak memihak serta tidak sewenang-wenang. Sedangkan komponen ketiga yakni gotong royong bahwa manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.

Pasiter berpesan kepada para peserta yang merupakan guru untuk menanamkan 4 pilar kebangsaan kepada anak didiknya. Sehingga para guru mampu mengaktualisasikan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi utuhnya NKRI sepanjang jaman.

Loading...

Peserta terlihat antusias dengan materi yang disampaikan dengan ditandai ada beberapa peserta yang bertanya. Salah satunya adalah Suparni guru SMP Muhammadiyah 11 Kedawung yang menyampaikan terimakasih kepada pemberi materi, karena mendapatkan pengetahuan bela negara langsung dari TNI.

“Sengaja kami mengundang narasumber dari bapak TNI Kodim 0725/Sragen untuk menanamkan cinta NKRI kepada peserta pelatihan. Supaya lebih mantap maka kami panitia sepakat untuk mengundang narasumber dari TNI langsung,” timpal Maharti,  pelatih lapangan. Wardoyo

Loading...