loading...
Loading...
Ilustrasi banjir bandang dan longsor

KARANGANYAR – Sebanyak 30 keluarga di 22 desa yang menjadi korban bencana mendapat bantuan pelipur lara dari Pemkab setempat. Bantuan berupa santunan uang tunai itu diserahkan di Pemkab,  Selasa (20/2/2018).

Santunan bantuan sosial itu diberikan kepada 30 keluarga di 22 desa di 11 kecamatan di Karanganyar yang terkena bencana yang terjadi sejak Desember 2017 hingga Februari 2018.

Sekretaris BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengungkapkan bantuan tersebut terhitung sebagai bantuan tahap I pada 2018.

“Sasaran korban bencana alam tanah longsor, angin puting beliung, kebakaran, dan banjir. Bencana yang terjadi pada Desember hingga Februari awal. Tahap satu ini untuk 30 keluarga di 22 desa di 11 kecamatan. Total dana Rp 74 juta,” kata Hendro saat dihubungi wartawan,  Selasa (20/2/2018).

Baca Juga :  Hijaukan Gunung Lawu, Ratusan Pohon Ditanam di Tenggir Park Dekat Taman Peninggalan KGPAA Mangkunegoro I Karanganyar

Perihal besarnya bantuan,  ia menyebut menyesuaikan dengan kategori kerusakan. Nominal bantuan dibuat berjenjang dan berbeda antara kerusakan berat,sedang dan ringan.

Untuk kategori rusak ringan sebanyak 19 keluarga masing-masing mendapatkan Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Kategori rusak sedang sebanyak empat keluarga masing-masing mendapatkan Rp 3 juta. Dan kategori rusak berat sebanyak tujuh keluarga masing-masing mendapatkan Rp 5 juta.

“Domisilinya itu 12 keluarga di Jatiyoso, satu keluaga masing-masing di Jumantono, Jatipuro, Jumapolo, Jenawi, Ngargoyoso, dan Jaten. Tawangmangu dan Karangpandan masing-masing tiga keluarga. Sisanya dua keluarga di Kebakkaramat dan empat keluarga di Gondangrejo,” urainya.

Baca Juga :  Perintahkan Robohkan 8 Pinus di Hutan Lawu, Pemborong Obyek Wisata Baru di Karanganyar Resmi Ditetapkan Tersangka

Sumber dana bantuan sosial dan keuangan itu dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karanganyar tahun 2018. Dia berharap bantuan tersebut dapat mengurangi beban masyarakat terkena dampak bencana alam.

“Memberikan semangat untuk kembali mandiri. Dan ini wujud perhatian pemerintah kepada masyarakat terdampak bencana,” tandasnya. Wardoyo

 

Loading...