loading...
Kepala BPBD, Camat, dan Anggota Koramil Kismantoro mengunjungi posko pengungsian

WONOGIRI-Pergerakan tanah yang mengakibatkan tanah retak di Dusun Joho, Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro masih berlangsung. Bahkan telah terjadi peningkatan gerakan tanah daerah itu.

Informasi dari BPBD Wonogiri, pergerakan tanah mengakibatkan penurunan pada bidang tanah sekitar 2-3 meter sepanjang sekitar 200 meter. Formasi pergerakan melingkar di sepanjang rekahan tanah yang sudah ada sebelumnya.

“Pengecekan terhadap peningkatan pergerakan tanah telah kami lakukan bersama camat dan aparat Babinsa/ Babinkamtibmas serta Kepala Desa setempat,” tegas Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, Senin (26/2/2018).

Kontur tanah telah mengalami perubahan dan dimungkinkan dapat mengakibatkan luncurkan tanah. Lantaran itu pihaknya memerintahkan semua warga di daerah terdampak maupun terancam untuk menjauhi lokasi serta tidak beraktifitas di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Serentak Penyemprotan Disinfektan Massal di Wonogiri Cegah Covid 19

Dampak dari pergerakan tanah tersebut telah mengakibatkan longsoran tanah menimpa dinding rumah milik Darmo di RT 3 RW 7.

Hingga kini warga masih bertahan di pengungsian di dua pos. Jumlah pengungsi sebanyak 51 KK atau185 jiwa. Kebutuhan logistik untuk pengungsian masih tercukupi sedangkan layanan kesehatan sudah dilakukan oleh tim.

“Kami berkoordinasi dengan ESDM Provinsi, sampai dengan sekarang masih menunggu hasil kajian teknisnya,” tandas dia.

Sementara tanah longsor terjadi di Dusun Sumber RT 2 RW 9 Desa Pare Kecamatan Selogiri. Dampak kejadian mengakibatkan jalan antar dusun tanah setinggi tujuh meter dengan panjang mencapai 10 meter sedangkan ketebalan tanah di jalan anatara 1-1,5 meter.Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Aris Arianto