loading...
Massa demonstran dengan beringas terlibat bentrok dengan aparat kepolisian di depan Pemkab Sragen dalam Sispamkota, Jumat (23/2/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN – Aksi demo besar-besaran yang berujung kericuhan terjadi di depan kantor Pemkab Sragen,  Jumat (23/2/2018) pagi. Ratusan warga yang tak puas dengan proses Pilkada terlibat bentrok dengan aparat keamanan yang bersiaga menjaga Kantor Pemkab dan KPU.

Aksi demo menuntut dilakukan Pilkada ulang itu semula berlangsung landai. Mereka membawa spanduk berbagai tulisan mengecam kebijakan KPU yang dinilai merugikan pasangan calon (paslon)  dan menuntut dilakukan Pilkada ulang.

Massa mulai tersulit emosi setelah penjelasan dari personel KPU tak memuaskan mereka. Aksi berubah menjadi memanas.

Ratusan massa merangsek dan berusaha melakukan pengrusakan ke kantor KPU. Melihat situasi makin berbahaya,  ratusan personel kepolisian yang membuat pagar betis dengan senjata tameng,  mulai bergerak.

Baca Juga :  Banyak Penghuni Penjara Masih Usia Produktif, Lapas Sragen Hidupkan Kembali Kejar Paket. Yang Berpretasi Dijanjikan Tiket Kuliah Gratis  

Barisan aparat berusaha mengadang dan membendung gerakan massa yang makin kalap.

Massa berubah menjadi beringas dan mulai melakukan pengrusakan serta melempari aparat. Bentrokan pun tak lagi terhindarkan.

Melihat situasi makin memanas, akhirnya barisan polisi mengambil tindakan tegas melakukan tembakan peringatan. Tak juga membuat massa mereda,  mobil water canon yang disiagakan dari Brimob akhirnya dikerahkan menembakkan gas air mata ke arah demonstran.

Mendapat guyuran gas air mata sporadis itu akhirnya massa demonstran baru terpukul mundur dan perlahan berhamburan membubarkan diri.

Foto/Wardoyo

Selamatlah kantor KPU,  Pemkab dan personel KPU yang menjadi incaran kemarahan demonstran pagi itu.

Baca Juga :  Diperiksa Polres, Dirut Pabrik Garmen DJP Tegaskan IMB Sudah Ada, Tapi Amdal Dalam Proses! 

Tapi jangan salah,  bentrokan mencekam yang tergambar pagi itu bukanlah bentrok sungguhan. Akan tetapi hanya fragmen yang diperankan dalam simulasi pengamanan kota (Sispamkota)  menghadapi Pilkada Jateng dan Pilkada serentak 2018.

Kegiatan yang diprakarsai Polres Sragen itu melibatkan ratusan personel Polres,  Kodim,  dan Brimob. Turut hadir pula para pejabat Forkompimda seperti Bupati, Dandim, Kajari serta KPU dan perwakilan elemen masyarakat.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman menyampaikan Simulasi Sispamkota ini digelar menyongsong Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah pada 27 Juni 2018.

”Tindakan ini bukan main main, ini mengantisipasi dan menyiapkan para petugas keamanan. Dan apabila terjadi gangguan gangguan saat berlangsungnya Pilgub, kita siap mengantisipasi segala menghadapi kemungkinan terburuk dengan tindakan tegas,” terangnya.

Baca Juga :  Bupati Sragen Akui Sudah Ada Pengembalian Kasbon Rp 366,5 Juta dari Agus. Sebut Kasbon Tak Ada Keterkaitan Dengan Rp 604,6 Juta Sisa Ketekoran Kasda 

Dia menyampaikan kegiatan ini juga menyiagakan anggota untuk pengamanan pilkada. Selain itu pihaknya menegaskan bahwa sragen masih aman. Namun kewaspadaan tetap harus dilakukan jika situasi memburuk. Wardoyo


Loading...