JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Luas Lahan Cabai Wonogiri Capai 800 Hektare, Sentranya Tersebar di 13 Kecamatan, Jadi Harapan Peningkatan Kesejahteraan

Petani Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri memanen cabai di lahannya.JSNews/Aris Arianto
Petani Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri memanen cabai di lahannya.JSNews/Aris Arianto

WONOGIRI-Luas lahan tanaman cabai di Wonogiri dari waktu ke waktu terus bertambah. Saat ini luasan mencapai 800 hektare dan tersebar di 25 kecamatan yang ada di Wonogiri.

Data dari Dinas Pertanian dan Pangan, 800 hektare itu terdiri dari tanaman cabai besar dan rawit. Perinciannya 371 hektare cabai besar dan 429 hektare cabai rawit.

“Dari tahun ke tahun luasnya terus bertambah. Penambahannya cukup signifikan,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, Safuan dalam sambang rasa bersama petani cabai di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (2/2/2018).

Baca Juga :  Pembagian Seragam Gratis SD dan SMP di Wonogiri Diwarnai Pungutan Ratusan Ribu Rupiah, Bupati Bakal Cek Kebenarannya di Lapangan

Sementara sentra tanaman cabai mencapai setengah dari jumlah kecamatan. Tepatnya 13 kecamatan, meliputi Kismantoro, Pracimantoro, Baturetno, Eromoko, Slogohimo, Jatisrono, Girimarto, Selogiri, Nguntoronadi, Karangtengah, Purwantoro, Giriwoyo, dan Ngadirojo.

Budidaya tanaman cabai menurut dia, sangat menguntungkan. Kebutuhan pasar terus tinggi, sehingga prospek terbuka lebar. Produksi cabai di Wonogiri juga selama ini belum mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Baca Juga :  Program Sunat Gratis di Slogohimo Wonogiri Berlanjut, Sasarannya Tetap Anak Yatim dan Kurang Mampu, Kali ini Dalam Rangka HUT TNI

Lantaran itu, pihaknya ingin semakin banyak petani membudidayakan tanaman cabai. Sejumlah langkah telah ditempuh. Misalnya dengan penggelontoran dana fasilitasi pengembangan kawasan cabai. Tahun lalu anggaran yang digelontorkan mencapai Rp2,250 miliar, untuk 15 kelompok tani cabai dan dua kelompok wanita tani, dengan total luas lahan 75 hektare.

“Keperluannya untuk pengadaan sarana produksi, seperti benih, pupuk, peralatan, mulsa, dan lainnya,” jelas dia. Aris Arianto