JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Mbah Yudi Hidupkan Kembali Permainan Tradisional Egrang, Bahkan Nekat Memainkannya dari Jogja ke Jakarta

MBah Yudi, sang Raja Eggrang Dok Tim Akademia UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Mbah Yudi, sang Raja Egrang
Dok Tim Akademia UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Kemajuan zaman membawa beberapa perubahan dalam masyarakat salah satunya adalah permainan tradisional yang mulai kurang diminati. Maraknya game online yang digandrungi generasi saat ini membuat mereka sibuk dengan smartphone-nya. Anak-anak tidak lagi melirik mainan-mainan berbahan bambu seperti egrang. Hal ini membuat seorang pecinta egrang, Yudi Karyono (54) prihatin.

Sebagai pecinta egrang, Yudi merasa memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan kembali permainan tradisional kepada generasi “zaman now”. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pria asal Yogyakarta ini. Saat ini, Yudi membuka sewa egrang di Alun-alun Selatan tempat di mana masyarakat Yoyakarta dan wisatawan berkumpul.

Aneka egrang milik Mbah Yudi.
Dok Tim Akademia UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Setiap sore pria yang kerap disapa Mbah Yudi membawa puluhan egrang dengan gerobak hijaunya. Sampai di tempat tujuan, ia mulai memainkan egrang  dan juga membantu masyarakat berlatih bermain egrang. Yudi yang sehari-harinya sebagai pekerja serabutan tidak meminta biaya sewa kepada siapapun yang ingin mencoba egrangnya, namun jika masyarakat ingin memberi maka uang tersebut akan digunakan untuk membuat egrang gratis lagi bagi masyarakat.

Baca Juga :  Di Tengah Pandemi Covid-19, UMY Mulai dengan Kuliah Tatap Muka

Sebelumnya, tekadnya untuk menghidupkan kembali permainan asal Jawa ini, ia buktikan dalam aksinya menempuh perjalanan Jogja-Jakarta selama 50 hari menggunakan egrang pada 2015 silam. Selama perjalanan , Yudi berkesempatan bertemu dengan beberapa pejabat publik , termasuk Presiden Indonesia Joko Widodo. Dalam pertemuan itu, Yudi menyampaikan aspirasinya agar egrang dan permainan tradisional lainnya dikenalkan kembali kepada masyarakat Indonesia.

Bermain egrang
Dok Akademia UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Perjalanan jauh menggunakan egrang tersebut sempat menjadi perbincangan publik. Banyak tanggapan positif maupun negatif yang Yudi terima. Tak mau dibilang cari sensasi dan orang yang nekad, Yudi akhirnya kembali membulatkan tekad untuk menempuh perjalanan Jogja-Surabaya dengan egrang pada tahun 2016.  Aksi keduanya ini menjadi pembuktian bahwa dirinya memiliki tekad yang serius untuk melestarikan egrang. Oleh karena aksi-aksinya itu, Yudi disebut sebagai “Raja Egrang”.

Baca Juga :  Ultah ke-23 Tahun, BAF Salurkan Bantuan Untuk Anak Indonesia

“Saya hanya ingin masyarakat Indonesia kembali mengenal egrang sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan. Bermain egrang dapat memberi banyak manfaat bagi kesehatan juga.” ungkap Yudi.

Menurut Mokhamad Mahfud, Dosen Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Yudi adalah sosok yang memiliki kecintaan terhadap permainan khas nusantara Indonesia sebagai kearifan lokal karena syarat, makna, dan filosofis.

“Mbah Yudi ingin memperlihatkan dan membuktikan bahwa dengan permainan egrang beliau menyampaikan pesan bahwa kita harus berani dan sabar agar hidup kita berimbang hingga sampai pada tujuan.”terangnya. Tim B Akademia UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta : Afin Kharismawan/ Fatimah Arum Utari/  Intan Nur Hapsari / Neng Risdayani/  Muhammad Rizieq