BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebuah tragedi terjadi di Sungai Progo, wilayah Srandakan, Bantul, Minggu (7/6/2026). Seorang pria yang sebelumnya diketahui berada di sekitar sungai dalam kondisi kurang sehat dan sempoyongan, akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah diduga hanyut saat memancing pada dini hari.
Korban diketahui berinisial B (40), warga Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Bantul. Jenazahnya ditemukan di aliran Sungai Progo kawasan Dusun Singgelo, Kalurahan Poncosari, sekitar pukul 09.20 WIB.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan sebelum kejadian, korban sempat ditemui seorang saksi bernama Alit Permono sekitar pukul 02.00 WIB.
Saat itu, korban berada di tepi Sungai Progo dengan kondisi fisik yang dinilai kurang sehat.
Korban bahkan disebut terlihat sempoyongan sehingga saksi menyarankan agar ia menghentikan aktivitasnya dan pulang untuk beristirahat.
Meski demikian, korban kemudian meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor dan bergerak ke arah utara.
Sekitar satu jam kemudian, peristiwa yang mengarah pada musibah itu terjadi. Saksi lain bernama Bangun Santoso melihat korban masuk ke Sungai Progo.
Awalnya, tindakan tersebut dikira sebagai aktivitas berenang biasa. Namun beberapa saat kemudian terdengar suara seseorang meminta pertolongan dari arah sungai yang gelap.
“Dikira mau berenang, saksi mendengarkan suara minta tolong tapi posisi gelap,” ujar Rita saat dikonfirmasi, Minggu sore.
Karena kondisi minim pencahayaan, saksi tidak dapat memastikan posisi korban. Setelah korban tak terlihat lagi, informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang.
Sekitar pukul 05.00 WIB, laporan diteruskan ke Polsek Srandakan. Petugas kemudian berkoordinasi dengan personel Polairud Kuwaru, Satpolairud Polres Bantul, serta tim SAR Linmas Wilayah IV untuk melakukan pencarian.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil beberapa jam kemudian.
“Korban di temukan pukul 09.20 di Sungai Progo sudah dalam keadaan meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Srandakan dan Inafis Polres Bantul tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada korban,” ungkap Rita.
Hasil pemeriksaan menunjukkan korban diperkirakan meninggal kurang dari 12 jam sebelum ditemukan. Tidak ditemukan indikasi tindak kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
“Keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak akan menuntut siapapun baik pidana maupun perdata, serta tidak menghendaki dilakukan otopsi,” jelas Rita.
Usai proses identifikasi, polisi menyerahkan jenazah beserta barang-barang milik korban kepada pihak keluarga. Barang yang diamankan di antaranya satu unit sepeda motor Honda Impresa bernomor polisi AB 4662 PC, sebuah tas hitam berisi botol air mineral, satu joran pancing, serta sebuah telepon genggam Android. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















