JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Mengharukan, Gadis Buta Ini Akhirnya Bisa Melihat Wajah Sang Ibu

Tribunnews

Tentu saja, menjadi  impian setiap orangtua agar anak mereka terlahir sehat dan kuat. Namun, ada kalanya takdir memutuskan lain dan mimpi buruk mereka menjadi kenyataan, seperti seorang ibu ini yang putrinya terlahir buta dan tuli.

Lantaran punya tekat untuk untuk memastikan putrinya bisa hidup dan berkomunikasi dengan baik seperti anak normal lainnya, ibu yang kuat ini pun melakukan sesuatu yang bahkan dokter anggap tidak mungkin dilakukan.

Nicolly Pereira dari Santa Catarina, Brasil, didiagnosis menderita glaukoma pediatrik, suatu kondisi di mana saraf optik rusak akibat tekanan tinggi di dalam bola mata yang sering mengakibatkan kehilangan penglihatan pada anak-anak.

Dalam kasus Nicolly, tekanan abnormal matanya menyebabkan penumpukan cairan di kedua matanya dan telinga.  Bayi malang itu un hanya bisa berkomunikasi dengan sang ibu, Daiana melalui sentuhan seperti belaian lembut dan pelukan.

Awalnya, Nicolly sudah melewati beberapa operasi untuk memulihkan penglihatan dan pendengarannya. Namun sayang, operasinya tidak berhasil. Meski begitu, sang ibu tidak menyerah dan dia mulai melakukan penggalangan dana sehingga Nicolly bisa menjalani perawatan lain dan menjalani operasi di Bascom Palmer Eye Institute di University of Miami Miller School of Medicine.

Baca Juga :  Studi Profesor di Universitas AS Klaim Ada Kemungkinan Wabah Demam Berdarah Hambat Penyebaran Covid-19

Unggahan Daiana pun menjadi viral di Facebook bersama dengan bantuan dari Dana Anak Internasional Jackson Health Foundation dan beberapa donor dana dari dermawan. Daiana pun berhasil mengumpulkan 17 Ribu Dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 231 juta untuk operasi Nicolly.

Setelah penggalangan dana, Nicolly pun menjalani operasi tiga jam di institut yang dilakukan oleh Dokter Alana Grajewski. Tingkat keparahan glaukoma Nicolly digambarkan oleh Dokter Grajewski sebagai penyakit yang ‘ekstrem’ dan belum pernah dilihat sebelumnya.

Operasi berisiko tinggi termasuk yang dijelaskan oleh Dokter Ramzi Younis, spesialis THT anak-anak di UHealth yang menguras cairan yang terakumulasi di telinga Nicolly. Cairan tersebut membuat Nicolly kehilangan kemampuan mendengar. Prosedurnya sendiri membutuhkan waktu 30 menit sampai selesai.

Baca Juga :  Media Asing Soroti Penanganan Covid-19 di Indonesia, Sebut Menkes Terawan sebagai Orang Paling Bertanggung Jawab atas Krisis Akibat Pandemi yang Dialami Indonesia

Operasi pun berhasil, meskipun tidak sepenuhnya mengembalikan penglihatan Nicolly. Nicolly pun harus memakai kacamata karena ia mengalami rabun jauh. Namun sekarang, Nicolly sudah bisa mendengar dan melihat seperti anak-anak lain.

“Satu-satunya kata yang bisa digunakan untuk menggambarkan perasaan itu adalah ‘Tuhan’, putriku sekarang bebas. Dia sekarang lebih bersinar daripada sebelumnya. Dia sekarang telah menjadi referensi bagi orang-orang yang tidak percaya pada keajaiban,” kata Daiana pada Miami Herald.

 

Kini, Nicolly mampu berdiri tanpa bantuan dan ia suka bernyanyi. Bukan hanya Daiana dan Nicolly yang tersentuh oleh keajaiban medis, Dokter Grajewski juga digerakkan oleh pemulihan gadis kecil tersebut.

“Tiba-tiba dia menyadari, ‘Oh astaga, itu ibuku,’ dan ibunya bisa mengetahui pengakuannya. Itu salah satu momen yang tak ternilai harganya,” kata Dokter Grajewski. Tribunnews