WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kecamatan Bulukerto diam-diam mulai mencuri perhatian lewat pengembangan peternakan sapi perah yang kini digadang-gadang menjadi motor ekonomi baru desa. Program berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ini terus digenjot Pemerintah Kecamatan Bulukerto sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang cuan besar bagi masyarakat desa.
Dari 9 desa yang ada di Kecamatan Bulukerto, saat ini sudah ada tiga BUMDes yang aktif mengelola usaha sapi perah, yakni Desa Krandegan, Tanjung, dan Conto. Perkembangan tersebut membuat Bulukerto kini menjadi satu-satunya wilayah di Kabupaten Wonogiri yang serius mengembangkan peternakan sapi perah dalam skala desa.
Camat Bulukerto, Djuwarijah, bahkan turun langsung melakukan monitoring ke lokasi peternakan bersama jajaran pemerintah kecamatan. Dalam kunjungannya, ia meminta para peternak terus mengembangkan usaha sapi perah dengan target besar menjadikan Bulukerto sebagai “Kampung Susu” di Wonogiri.
“Saat ini Kecamatan Bulukerto menjadi satu-satunya wilayah di Kabupaten Wonogiri yang mengembangkan peternakan sapi perah, didukung oleh potensi alam serta peran aktif generasi muda dalam menggerakkan ekonomi desa. Selain itu, usaha ini telah memiliki dasar yang kuat melalui kerja sama dengan koperasi sapi perah yang menyuplai susu segar ke salah satu produsen susu nasional,” tuturnya dilansir dari laman resmi Pemkab Wonogiri.
Potensi bisnis susu sapi di Bulukerto dinilai sangat menjanjikan. Tingginya kebutuhan susu segar di pasaran ternyata belum mampu dipenuhi oleh jumlah populasi sapi yang ada saat ini. Kondisi tersebut justru menjadi peluang emas bagi peternak untuk terus memperbesar usaha mereka.
“Saat ini, populasi sapi perah di Kecamatan Bulukerto tercatat sekitar 50 ekor, terdiri dari sapi induk produktif, sapi bunting, dan pedet,” imbuhnya.
Meski jumlah ternak masih terbatas, usaha sapi perah di Bulukerto sudah memiliki kepastian pasar. Para peternak mengaku hasil susu segar mereka langsung terserap sehingga usaha ini dinilai jauh lebih menjanjikan untuk jangka panjang. Tidak berhenti di penjualan susu segar saja, ke depan masyarakat juga didorong untuk mulai mengembangkan produk olahan turunan agar nilai jual semakin tinggi.
Beberapa produk olahan yang berpotensi dikembangkan antara lain:
• Susu pasteurisasi
✓ Yogurt lokal
• Keju rumahan
✓ Es krim susu segar
• Olahan makanan berbasis susu
Langkah ini dinilai mampu membuka lapangan kerja baru bagi warga desa sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Dukungan pemerintah kecamatan, keterlibatan anak muda, hingga kerja sama dengan koperasi susu menjadi modal kuat Bulukerto untuk berkembang menjadi sentra produksi susu terbesar di Wonogiri.
Jika pengembangan terus berjalan, bukan tidak mungkin Bulukerto bakal dikenal luas sebagai kampung penghasil susu sapi perah pertama di Kabupaten Wonogiri dengan potensi ekonomi miliaran rupiah dari sektor peternakan desa. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















