Bukti surat pernyataan kesanggupan membayar iuran komputer tanpa kop sekolah yang diedarkan SMPN 1 Ngandong, Boyolali dua hari lalu dan memicu keresahan wali murid. Foto/Wardoyo

BOYOLALI – Kalangan wali murid SMPN 1 Andong,  Boyolali resah dengan maraknya pungutan yang ditarik pihak sekolah. Tak hanya transparansi yang dipertanyakan, pungutan yang ditarik dengan  sebagian tanpa kuitansi itu dinilai sangat membebani wali murid lantaran besarannya ratusan ribu rupiah.

Keresahan itu mencuat ketika wali murid kembali disodori blangko surat pernyataan untuk sumbangan sukarela guna pembelian komputer. Tarikan dan surat pernyataan itu diberikan untuk semua murid kelas VII hingga IX.

Blangko tanpa kop sekolah itu diterima wali murid saat dikumpulkan di sekolah dalam tiga hari terakhir. Blangko diminta dikumpulkan saat pengambilan raport Sabtu (17/3/2018) nanti.

Baca Juga :  Desa Tawangsari Boyolali Jadi Rujukan Program Pemberdayaan dan CSR

“Anehnya waktu dikumpulkan sudah muncul angka  Rp 160.000. Yang janggal lagi,  kalau itu resmi kok nggak ada kop sekolahnya. Kemarin sebenarnya banyak wali murid kelas VII hingga IX yang nggrundel dan keberatan tapi nggak berani mengutarakan, ” papar RI, salah satu wali murid kelas IX saat mengadukan aspirasi wali murid kepada JOGLOSEMARNEWS.COM ,  Rabu (14/3/2018).

Advertisement
Baca Juga :  Luar Biasa, Siswi Kelas I SMA di Boyolali Ini Ambil Alih Tanggung Jawab Keluarga. Ibu Meninggal, Ayah Stroke, Dua Saudara Lumpuh

Ia sendiri mengaku juga keberatan lantaran sebelumnya pihak sekolah sudah memerintahkan siswa untuk mengusahakan laptop. Instruksi itu sudah dituruti dan banyak siswa yang akhirnya membeli laptop.

Sehingga munculnya tarikan untuk pengadaan komputer akhirnya memunculnya pertanyaan besar di kalangan wali murid. Tak hanya itu,  keresahan juga dikarenakan selama ini murid sudah sering dimintai iuran yang besarannya ratusan ribu tanpa kuitansi.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua