JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Berkat Drone Bikinan SMK N 2 Wonogiri Ini, Petani Tak Perlu Gendong Tangki Kalau Mau Semprot Hama

Drone penyemprot hana bikinan siswa SMKN 2 Wonogiri saat diujicoba di Alun-alun Giri Krida Bakti

 

Drone penyemprot hana bikinan siswa SMKN 2 Wonogiri saat diujicoba di Alun-alun Giri Krida Bakti

WONOGIRI-Hasil kreasi siswa SMK Negeri 2 Wonogiri ini benar-benar bisa membantu para petani agar tidak lagi menggendong tangki, saat mau menyemprot hama tanamannya. Para siswa tersebut berhasil membuat drone penyemprot. Alat tersebut sekaligus bisa difungsikan untuk keperluan penyelamatan korban bencana.

Kepala Penelitian dan Pengembangan  (Litbang) SMK N 2 Wonogiri Eko Nur Wahyudi mengatakan, pihaknya telah membuat  jenis drone yang memiliki berbagai fungsi, yakni untuk penyelamatan dan penyemprot. Fungsi penyelamatan adalah dengan membawa peralatan penyelamatan pada bencana. Misalnya membawa alat pelampung bagi korban tenggelam, atau membantu membawa selang pada bencana kebakaran.

Drone penyemprot hana tanaman, dia menjelaskan, selama ini para petani harus menggendong alat semprot selama proses penebaran pupuk maupun penyemprotan hama. Berawal dari keprihatinan itulah, siswa SMKN 2 Wonogiri membuat drone kreatif itu. Drone dapat terbang mengitari area persawahan dan perkebunan, sehingga akan memudahkan petani.

Baca Juga :  Update COVID-19 Sukoharjo, Pasien Meninggal Kini Mencapai 24 Orang, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 Meroket Lagi di Angka 566

Dia menuturkan untuk bahan atau komponen pendukung seperti baterei memesan secara online. Sedangkan untuk rangkaiannya merakit sendiri salah satunya menggunakan rangka jemuran pakaian .

Mengenai cara kerjanya, dia menjelaskan, pada prinsipnya sama seperti drone pada umumnya. Yakni mengoperasikan dengan remote atau smartphone android maupun komputer .

“Tantangan dalam penggunaanya terdapat pada beban muatan yang ditopang alat tersebut. Keseluruhan untuk total beban bisa sampai 5 kilogram,” kata dia, Minggu (25/3/2018).

Baca Juga :  Woro-woro Sedulur Wonogiri, Kini Ada Pelayanan Cepat Terpadu Alias Yanpatdu di Polres Wonogiri, Ngurus SKCK Hingga Kehilangan Bisa Lebih Cepat dan Mudah

Tiga siswa didampingi dua guru pembimbing bisa menyelesaikan alat tersebut dalam waktu tiga bulan saja. Dengan enam baling-baling, drone itu dapat terbang selama 30 menit.

“Sejumlah industri di bidang pertanian sudah pernah membuat alat itu. Sayangnya harganya sangat mahal bisa mencapai Rp 200 juta lebih,” kata dia sambil mengatakan harga drone SMK N 2 jauh di bawahnya dan sangat terjangkau.

Kepala SMK N 2 Wonogiri, Suwandi menerangkan, selalu menekankan siswanya untuk terus berinovasi. Khususnya inovasi di bidang yang erat kaitannya dengan masyarakat luas, misalnya pertanian. Siswanya juga ditekankan bisa menjadi salah satu pilar kedaulatan pangan melalui penciptaan teknologi tepat guna. Aris Arianto