JOGLOSEMARNEWS.COM Umum

Matinya Harian  Bernas Bikin  Para Alumnus Koran Itu Prihatin

Istimewa

SOLO – Matinya harian Bernas per awal Maret 2018, tak urung mbuat prihatin para alumni media tersebut yang tergabung dalam Paguyuban bernama Panciunan Bernas (Panbers).

Salah satu anggota paguyuban yang juga Peneliti Media & Fasilitator/Mentor Pelatihan di LP3Y, Agoes Widhartono menyatakan prihatin.

“Ya prihatin, tentu saja. Tapi inilah keniscayaan akibat perkembangan teknologi global,” ujarnya kepada Joglosemarnews, Rabu (28/2/2018) malam.
Namun Agoes menepis anggapan bahwa matinya media-media cetak termasuk Bernas sebagai kekalahan dari media online.

Baca Juga :  Buntut Satu Pasien Positif Covid-19, 49 Orang Termasuk 10 Tenaga Kesehatan Puskesmas Ngargoyoso Karanganyar Terpaksa Jalani Swab Tes Massal

Dikatakan,  hanya media yang cerdik & kuat dalam konsep jurnalisme dan juga  modal keuangan, jaringan yang  akan tetap bertahan

“Karena itu, sikap, pengetahuan dan profesionalitas jurnalis juga harus seiring dengan kemajuan teknologi,” lanjutnya.

Alumni Bernas yang lain, Prasetyo mengaku sedih atas matinya koran bernas yang hidup selama tiga zaman tersebut.

Namun apa boleh buat, menurutnya hal itu sudah menjadi konsekuensi dari bisnis media. Bernas, menurut dia,  telah ikut mewarnai kehidupan pribadinya.
Pras mengaku pernah bergabung di manajemen koran itu dari tahum 1991 hingga 1998.

Baca Juga :  Buntut Satu Pasien Positif Covid-19, 49 Orang Termasuk 10 Tenaga Kesehatan Puskesmas Ngargoyoso Karanganyar Terpaksa Jalani Swab Tes Massal

“Meskipun sekarang saya lebih banyak berkekecimpung  sebagai guru di SMP, namun ruh para senior Bernas dulu ikut memberi semangat saya di bidang tulis menulis, yang sangat bernanfaat di dunia pendidikan. Selamat jalan Bernas…” ujar Pras, sapaan akrab
Guru di SMPN 1 Bukateja, Purbalingga Jateng itu penuh kenangan. Suhamdani