Beranda Umum Kemenkes Ungkap 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, 3 Pasien Dilaporkan Meninggal

Kemenkes Ungkap 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, 3 Pasien Dilaporkan Meninggal

ilustrasi leptospirosis
ilustrasi hantavirus / pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ancaman penyebaran Hantavirus mulai menjadi perhatian serius pemerintah setelah dua kasus suspek terdeteksi di Indonesia, masing-masing berada di DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Temuan itu  memunculkan kewaspadaan baru, terlebih virus tersebut dikenal dapat memicu gangguan berat pada paru-paru, jantung, hingga ginjal dengan tingkat fatalitas yang tidak bisa dianggap remeh.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI, Aji Muhawarman, mengatakan kedua kasus tersebut masih menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan status infeksinya.

“Saat ini ada 2 kasus suspek di DKI Jakarta dan DIY. Dalam proses pemeriksaan konfirmasi kasus,” kata Aji Muhawarman saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, sepanjang periode 2024 hingga 2026, Indonesia mencatat 23 kasus positif hantavirus dengan tiga kasus kematian. Penyebaran kasus tersebar di sembilan provinsi.

DIY dan DKI Jakarta menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, masing-masing enam kasus. Jawa Barat mencatat lima kasus, sementara Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Banten, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Timur masing-masing ditemukan satu kasus positif.

“Periode 2024-2026 ada 23 konfirmasi positif, 3 kematian,” ujar Aji.

Sebelumnya, perhatian terhadap Hantavirus meningkat setelah muncul laporan penyebaran virus tersebut di kapal pesiar asal Belanda, MV Hondius, yang berlayar di kawasan Samudra Atlantik. Pemerintah Indonesia kini mulai memperkuat langkah antisipasi untuk mencegah potensi penyebaran lebih luas.

Baca Juga :  Konsistensi Layanan Dorong Kinerja Positif, Pendapatan Kuartal I Bluebird Group Tumbuh 11,6%

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan World Health Organization (WHO) terkait langkah penanganan dan sistem deteksi dini virus tersebut.

“Info dari WHO bahwa virus ini masih terkonsentrasi di kapal tersebut, belum menyebar kemana-mana,” kata Budi saat ditemui di kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).

Menurut Budi, Hantavirus termasuk virus yang berbahaya sehingga pemerintah mulai menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk kemungkinan penggunaan rapid test dan reagen khusus untuk pemeriksaan PCR.

“Di Indonesia beruntung sekarang kan mesin PCR sudah banyak. Harusnya bisa lebih mudah untuk mendeteksi virus ini,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengakui reagen khusus untuk mendeteksi hantavirus masih terbatas. Karena itu, pemerintah saat ini lebih memfokuskan penguatan surveillance atau pengawasan epidemiologi agar potensi penyebaran dapat diketahui lebih cepat.

“Sekarang kita masih fokus ke surveillance supaya kalau ada apa-apa kita bisa cepat,” ujarnya.

WHO sendiri telah mengeluarkan panduan kewaspadaan terhadap hantavirus, termasuk pentingnya deteksi dini, pelaporan cepat, dan penguatan koordinasi lintas sektor.

Baca Juga :  Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar

Hantavirus merupakan virus zoonosis yang berasal dari hewan pengerat dan dapat menular ke manusia. Di sejumlah wilayah Amerika, virus ini diketahui menyebabkan Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS) yang menyerang paru-paru dan jantung. Sementara di Eropa dan Asia, virus tersebut lebih banyak dikaitkan dengan demam berdarah disertai gangguan ginjal atau Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

Hingga kini belum tersedia pengobatan khusus untuk menyembuhkan hantavirus. Penanganan medis lebih difokuskan pada perawatan suportif serta pengawasan ketat terhadap komplikasi pernapasan, jantung, dan ginjal. Pemerintah dan WHO juga mengingatkan pentingnya mengurangi kontak manusia dengan hewan pengerat yang berpotensi membawa virus tersebut. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.