JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Polres Sragen Dalami Motif Penyerangan di Ponpes Tanon Sragen. Santri Korban Penyerangan Sudah Membaik

AKBP Arif Budiman. Foto/Wardoyo
AKBP Arif Budiman. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman menyatakan masih mendalami insiden penyerangan misterius yang melukai satu santri di Pondok Pesantren Raudlatul Falah Dukuh Karangdowo, RT 26, Desa Kecik, Tanon Rabu (14/3/2018). Kondisi Udin (17), santri yang menjadi korban dan sempat dirawat di RS Yakssi Gemolong dinyatakan sudah membaik.

“Pasca kejadian, tim Polres langsung mendatangi TKP dan memeriksa saksi-saksi yang ada. Memang benar ada kejadian itu. Dari keterangan saksi-saksi, proses pemukulan Udin (17) dipukul di bagian perut lalu ditimpa pakai sekarung gabah,” papar Kapolres saat memberikan keterangan kepada media, Kamis (15/3/2018).

Ia mengatakan korban sempat dibawa ke Puskesmas, lalu dirujuk ke RS Yakssi Gemolong dan kemudian dipindah ke RS Amal Sehat untuk menjalani USG. Hasil dari USG, tidak ada luka lebam dan hanya mengalami luka di bagian perut.

Baca Juga :  Kabar Baik, Hasil Kajian Terbaru, Sragen Sudah Masuk Zona Oranye Covid-19. Jumlah Kasus Positif 487, 378 Pasien Dinyatakan Sembuh, Izin Hajatan Sudah Diperbolehkan?

“Kondisinya sudah membaik. Tadi juga sudah bisadiajak komunikasi dan memberikan keterangan dengan lancar,” tuturnya.

Kapolres mengatakan dari keterangan saksi-saksi termasuk pimpinan Ponpes, Kyai Umar Fauzi (60), korban memang tidak bisa mengenali siapa pelakunya. Pasalnya saat melakukan aksi pemukulan, pelaku terlebih dahulu menutupi korban dengan sarung yang saat itu digunakan untuk selambu tidur.

Kemudian saat didobrak oleh dua rekan santri, pelaku langsung lari. Saat ini tim masih dikerahkan untuk melakukan pendalaman dan pengusutan untuk menguak motif dan tujuan penyerangan tersebut.

Sementara,  Pimpinan Ponpes Raudlatul Falah,  Umar Fauzi (60) menyampaikan sejak 15 tahun berdiri, Ponpesnya juga mengajarkan ilmu keagamaan lazimnya di Ponpes pada umumnya. Ia mengakui sebelumnya memang sudah sering ada aksi sabotase dari oknum tak dikenal dalam bentuk merusak lampu tempat mengaji,  atau merusak saklar di musala.

Baca Juga :  Tambah Lagi 2 Warga Positif, Jumlah Kasus Covid-19 Sragen Terus Meroket Jadi 469. Satu Orang Baru Pulang dari Boyolali, Satunya Tertular dari Sukodono, Total 65 Sudah Warga Meninggal Dunia

Soal indikasi pelakunya,  ia mengaku sudah memiliki rabaan namun ia mengaku tak ingin meramaikan. Ia memilih untuk bersabar sembari berharap aparat terkait bisa mengusut pelakunya agar aksi teror tak lagi terulang.

“Kalau anak yang dipukuli itu tadi kelihatannya sudah dibawa pulang.  Ini sementara disembunyikan di pondok Tegalan,  Kalikobok,  Tanon, ” tukasnya. Wardoyo