JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Ternyata, Masjid Tiban Wonokerso Wonogiri Lebih Tua Daripada Masjid Agung Demak

Masjid Tiban Wonokerso
Masjid Tiban Wonokerso

WONOGIRI-Keberadaan Walisongo atau Sembilan Wali, tidak bisa dilepaskan dari sejarah perkembangan Islam di tanah air, khususnya pulau Jawa. Bukti dari perjalanan Walisongo tersebut, masih bisa disaksikan hingga saat ini, mulai dari masjid, makam, hingga petilasan lainnya.

Salah satu dari bukti sepak terjang Walisongo ada di wilayah Wonogiri. Tepatnya di Dusun Wonokerso Desa Sendangrejo Kecamatan Baturetno. Berwujud masjid tiban bernama masjid Taqwa, penduduk sekitar menyebutnya sebagai Masjid Tiban Wonokerso. Lokasinya berada di dekat perbukitan yang dipenuhi jati. Dihitung dari Kota Wonogiri, setidaknya berjarak 42 kilometer arah tenggara.

Petugas Dinas Kepurbakalaan Jawa Tengah sekaligus Takmir Masjid Tiban Wonokerso, Warto, mengatakan, berdasarkan cerita yang berkembang berdirinya masjid berawal dari perjalanan Walisongo. Kala itu, ada rencana pembangunan Masjid Agung di Demak. Walisongo bertugas mencari kayu jati terbaik di wilayah hutan Wonogiri, guna dijadikan kerangka masjid Demak.

Baca Juga :  Dari Konfercab PGRI Cabang Giritontro Wonogiri, Joko Pudyanto Terpilih Sebagai Ketua, Berharap Kepengurusan Anyar Bisa Beri Warna Baru dan Wujudkan Hal ini

Masjid Taqwa Wonokerso disebut tiban, sebab dianggap muncul secara tiba-tiba. Konon dalam mendirikannya, Walisongo tidak sampai memakan waktu lama. Sehingga masyarakat ketika itu merasa kaget dengan telah berdirinya sebuah masjid yang hadir seolah-olah datang mendadak.

Dia berujar, Masjid Tiban Wonokerso sebenarnya berukuran tidak besar, sekitar 10 X 10 meter. Namun, ada sejumlah keunikan yang ada dan masih bisa ditemui di masjid tersebut hingga saat ini.

Diantaranya atap masjid atau kubah yang dihiasi sebuah mahkota. Mahkota yang terbuat dari tanah liat itu, berbentuk seperti mahkota raja-raja Jawa. Dari awal diletakkan hingga sekarang tidak mengalami kerusakan apapun.

Keunikan lainnya adalah pintu masuk masjid yang hanya berupa lubang berukuran 120 X 120 sentimeter. Hal ini membuat jamaah maupun pengunjung masjid harus membungkuk ketika akan masuk masjid.

Baca Juga :  Miris, 20 Warga Kecamatan Batuwarno Wonogiri Terjaring Razia Karena Kedapatan Tidak Memakai Masker, Langsung Diberikan Sanksi ini

“Mungkin sebagai simbol, untuk menghadap Allah itu harus menundukkan diri,” jelas Warto, Kamis (22/3/2018).

Empat buah ompak atau yoni sebagai landasan tiang penyangga utama, tidak pula luput dari keunikan. Keempatnya memiliki desain dan ukuran yang berbeda, meski terbuat dari bahan yang sama, kayu jati.

“Lantai masjid dibuat dari papan kayu jati dan masih asli dari dulu. Mimbar yang digunakan untuk kutbah juga asli,“ ujarnya sembari mengatakan di dalam masjid dijumpai banyak ukiran berbentuk bintang oktagon atau segi delapan.

Hingga sekarang, Masjid Tiban Wonokerso masih digunakan warga sekitar untuk beribadah. Saat ini dibangun serambi di komplek masjid untuk menampung jamaah yang meluber. Aris Arianto