JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bicara Cawapres Pendamping Jokowi, Sekjen Partai Golkar Pede Sebut Baju Kuning Jokowi Sebagai Isyarat!

Idrus Marham. Foto/Partai Golkar.com
Idrus Marham. Foto/Partai Golkar.com

SRAGEN- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Idrus Marham menegaskan partainya sudah siap mendukung penuh dan memenangkan Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Namun perihal nama Calon Wakil Presiden (Cawapres), Golkar tetap menyerahkan penuh ke tangan Jokowi.

“Pak Jokowi itu kan patahana. Bukan lagi orang yang baru belajar presiden. Jadi tentu beliau tahu persis siapa kader bangsa terbaik yang diproyeksikan untuk dapat mendampingi ke depan,” papar Idrus saat ditanya wartawan ketika bertandang ke Sragen, Sabtu (31/3/2018).

Baca Juga :  Tambah Satu Kakek 80 Tahun Positif dan 3 Meninggal Dunia, Angka Kasus Covid-19 Sragen Melaju di Angka 467. Total Sudah 65 Warga Meninggal Dunia

Meskipun demikian, Menteri Sosial itu tak menampik secara subyektif, memang ada aspirasi dari internal partainya untuk mengajukan nama Cawapres pendamping Jokowi. Menurutnya hal itu wajar jika partai-partai ingin mengajukan calonnya.

Idrus juga mengatakan Partai Golkar sendiri sudah berkomunikasi dengan Jokowi terkait Pilpres maupun Cawapres. Saat didesak siapa nama dari internal Golkar yang diajukan, Idrus enggan menyebutkan. Hanya, ia menyebut bahwa sinyal itu sudah menguat ketika Presiden kelahiran Solo itu memakai baju kuning bersama Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Tambah 6 Positif dan 1 Sembuh, Berikut Daftar Lengkap Pasien Positif Covid-19 Sragen Hari Ini. Ada 3 Orang dari Gemolong dan 2 dari Masaran!

“Pak Jokowi kemarin kan sudah pakai baju kuning juga. Baju kuning Pak Jokowi itu hanya ingin memesan kepada bangsa Indonesia, wahai orang-orang yang ingin memisahkan Golkar dengan Pak Jokowi, berhentilah. Itu sebenarnya pesannya,” urai Idrus.

Idrus menambahkan kedekatan Golkar dan PDIP dikarenakan adanya kesamaan panggilan ideologi pembangunan, doktrinal partai dan panggilan politik ke depan.

“Dalam rangkanya untuk membangun sebuah kepemimpinan yang kuat,” pungkasnya. Wardoyo